Selain Menyegel Bangunan, warga Candirejo Juga Segel Bahu Jalan Depan RS Sujarwadi

Bahu jalan sepajang jalan depan RS Sujarwadi disegel warga
Klaten Mattanews.com – Klimaks kemarahan warga dukuh candirejo,Desa danguran Klaten Selatan, Klaten Jawa Tengah, tampaknya suadah tak bisa dibendung. Usai menyegel proyek pembangunan rumah sakit 4 lantai, Warga kini menyegel bahu jalan disepanjang depan rumah sakit Sujarwadi karena digunakan untuk lahan parkir akhirnya sering menimbulkan kecelakaan. Selain itu lahan yang igunakan adalah milik desa, semenetara pengguna jasa parkir justru menyewa pada CV yang tidak memiliki hak menyewakan. Puluhan pohon pisang ditebang dan dipalangkan ke bahu jalan serta pemasangan bambu disepanjang bahu jalan.

Kisruh antara RS Sujarwadi dengan warga yang sudah berjalan lama ini sempat dipertemukan dengan mediator aparat kepolisian dari Polsek Kota. Namun pertemuan yang dihadiri tokoh warga Danguran, RT/RW, kepala Desa serta pihak rumah sakit tidak menemukan titik temu. Mereka berpegang pada prisnsip dan aturan masing masing. Akhirnya warga Candirejo bersikap tegas akan menutup dan menyegel proyek pembangunan gedung dan bahu jalan, selama belum ada kesepakatan dan terbitnya IMB.
Bangunan 4 lantai tanpa IMB juga disegel warga
Tokoh Pemuda Danguran  Cacuk Dirgantara menegaskan, selama ini warga sudah sabar, diama dan bersikap arif terhadap rumah sakit. Namun sayang sikap diam dan lunak justru digunakan pihak rumah sakit untuk bertindak semena - mena pada warga akhirnya kini warga mulai angkat bicara dan bertindak.” Selama ini kita diam bukan karena takut. Tapi mencoba bersikap cerdas dan taat peraturan. Tapi pihak rumah sakit justru menyepelekan kita”, tegasnya.

Terkait masalah penyegelan bahu jalan yang selama ini digunakan untuk parkir kendaraan dan mobil, dengan tegas cacuk yang didampingi Sabari selaku ketua RT menjelaskan, sejak digunakan untuk parkir mobil, disepanjang jalan depan RS Sujarwadi sering terjadi laka lantas. Hal tersebut karena  badan jalan semakin sempit sementara lalu lintas ramai padat. Selain itu lahan yang digunakanpun milik desa bukan milik Rumah kita atau PU.

“ Bahu jalan yang selama ini digunakan rumah sakit untuk lahan parkir itu milik desa. Tapi anehnya pihak pengguna jasa parkir justru menyewa pada CV atau pihak ketiga yang tidak berkopenten. Selama ini kita diam saja. Tapi karena rumah sakit semakin tidak tahu diri saatnya sekarang warga bertindak”, tegasnya.
Dialog dengan mediasi Polsek Klaten juga gagal
Ketua RT Candirejo Sabari membenarkan jika warganya melakukan penyegelan bahu jalan untuk parkir dan proyek pembangunan rumah sakit 4 lantai. Seua dilakukan karena warga sudah merasa jengkel dengan sikap arogansi pihak rumah sakit. Dan menurutnya penyegelan akan terus dilakukan warga selama pihak rumah sakit belum ada niat baik merespon apa yang menjadi tuntutan warga.” Selama ini saya sudah mengendalikan warga saya untuk berbuat tidak baik, tapi sekarang klimas sudah memuncak”, tegas ketua RT yang juga mantan anggota Kopassus ini.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...