Ribuan Warga Klaten Padati Festival Wedangan HIK dan Budaya Disepanjang Jalan Pemuda

Group krawitan yang tampil di festival Budaya Klaten
Klaten Mattanews.com – Ribuan warga Klaten dari berbagai penjuru wilayah Senin malm (27/7) tumplek blek memenuhi sepanjang jalan Pemuda yang membelah kota Klaten Jawa Tengah. Sebuah acara yang bertajuk Festival Wedaangan dan Budaya digelar Kantor Disperindagkop dan UMKM mendapat sambutan luar biasa dari warga Klaten yang memang haus hiburan. Praktis sejak pukul 18.00 lalu lintas arah Jogya – Solo yang melalui jalan tengah kota ditutup karena sudah dipenuhi warga.

Dalam acara tersebut selain digelar berbagai aacara hiburan gratis dan lomba kesenian tradisional seperti klenengan, sinden dan keroncong, berbagai stand hiburan digelar di beberapa titik. Aacara yang diselelnggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Klaten yang ke 211, mendapat respon positif karena melibatkan banyak rakyat kecil untuk berbagi rejeki. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya acara makan angkringan gratis disepanjang jalan Pemuda bagi para pengunjung.
Joko Sawaldi Sekda Klaten
Bagi setiap penjual angkringan, Pemda memberi uang ganti modal sebesar Rp 600 ribu. Dengan uang tersebut diharapkan dapat digunakan bagi pedagang untuk modal berikutnya. “ Kami mencoba membangkitkan para pelaku ekonomi lemah agar lebih bergairah dan memiliki inovasi kreasi dalam menjajakan dagangannya, sehingga menu yang disedikan bisa variatif. Dan ini tentunya sangat bermanfaat dan mampu meningkatkan minat beli masyarakat terhadap wedangan HIK”, demikian ditegaskan Sekda Klaten Joko Sawaldi.

“ Ini sebuah momen dan acara baru yang ternyata sangat potensial untuk digelar atau digunakan sebagai event tahunan. Animo masyarakat yang begitu besar menandakan warga Klaten masih cinta akan kesenian tradisonal dan haus akan hiburan”, ujarnya.
Koalisi Baru. Kepala PU. Assiten I Sekda dan kabag Pembangunan Klaten
Hal sama diutarakan Asisten I Sekda Klaten Bambang Sigit Balak Sinugroho yang berharap agar Pemda mau menjadikan festival wedangan HIK dan Budaya tersebut sebagai acara tahunan yang dikemas lebih baik dan dapat dijadikan komoditi wisata lokal dan manca negara.”Ini acara yang baru pertama kali dan sangat sukses. Kami berharap Bupati mendatang bisa melihat event ini sebagai potensi wisata yang dpat dikembangkan sebagai asset wiasata Klaten”, ujarnya.

Sementara itu beberap pedagang HIK dan pengunjung merasa puas dengan acara tersebut. Mereka berharap acara tersebut bisa diadakan tiap tahun. Sehingga acara ulang tahun kota Klaten tidak hanya dirayakan seremonial dikantor kantor dan dinikmati pejabat. Namun digelar di tempat umum bahkan kalau perlu tiap kecamatan mengadakan. Sehingga warga merasa memiliki punya kota.” Mudah mudahan Bupati mendatang bisa mengembangkan acara ini lebih baik lagi”, ujarnya. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...