Rekomendasi Belum Jelas !!!. Awas Banyak Balon Yang "RUWET"

Siapa Yang berhak atas Mahkota ini
Klaten Mattanews.com -  Memasuki hari hari terakhir pendaftaran Bupati dan wakil Bupati untuk mengikuti Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015, suhu politik di Klaten semakin memanas. Berbagi manuver serta sirkus politik dimainkan oleh masing masing kubu untuk memperoleh suarat rekomendasi serta dukungan. PDI-P Klaten yang saat ini sudah pecah dipastikan akan semakin tercerai berai jika memaksakan Jokar sebagai pendamping Sri Hartini. Sementara di tubuh Golkar, dengan menangnya Golkar versi Bali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, semakin menguatkan kubu Anang untuk mendampingi One. Sedang di tubuh sempalan koalisi ADI Jaya, sikap miring mulai ditunjukkan pada calon Bupati Harjanto, karena banyak memiliki “cacatan” masa lalu yang suram.

Saat ini telah banyak beredar gambar dan logo Hartini Jokar yang seolah sudah pasti mendapat rekomendasi dari DPP dan mewakili partai Banteng moncong putih dalam Pilkada Klaten. Namun beredarnya gambar tersebut banyak direaksi keras oleh para tokoh “PDIP Klaten sejati” dan juga calon lain. Merekapun mengatakan ibarat orang pacaran, sebelum ada janur melengkung, siapapun masih berhak mendapatkan. Demikian pula dengan surat rekomendasi. Selama belum ada rekomendasi hitam diatas putih, maka semua calon masih berpeluang.

“ Biarkan saja mereka menyebar logo Hartini Jokar yang seolah olah telah resmi sebagai Balon Bupati yang mendapat rekomendasi. Tapi bagi kita kita, semua masih prematur dan belum pasti, karena dari DPP rekomendasi memang belum turun. Jika mereka masih mengklaim, berarti mereka telah membodohi pengikutnya sendiri”, demikian ditegaskan beberapa balon dari PDIP menanggapi beredarnya gambar pasangan Hartini – Jokar. 

Waktu pendaftaran peserta Pilkada memang tinggal beberapa hari lagi. Semua rakyat Klaten berharap para petinggi partai hendaknya mampu mengambil keputusan yang baik, benar, tepat dan cerdas terhadap calonnya yang akan memimpin Klaten. Demikian pula para Calon Bupati hendaknya bisa memilih wakil atau “istri” yang benar benar baik dan bisa bekerja tanpa ada catatan cela baik kriminal atau amoral. Karena jika hal tersebut nekad dilakukan maka hanya akan menjadi blunder yang dapat merugikan dirinya sendiri pada Pilkada mendatang.

Pilkada Klaten memang masih beberapa bulan lagi. Maka masih banyak kesempatan bagi rakyat Klaten untuk memilih calon yang benar benar bersih dan jujur, tidak memiliki “cacatan” buruk yang kriminal, moralitas dan mentalitas. Karena jika calon seperti itu nekad diusung maka Klaten akan hancur sebelum mereka dilantik.

Dari data dan penelusuran Mattanews dilapangan berdasarkan rekam jejak para kadindat calon Bupati dan wail Bupati Klaten yang akan manggung di Pilkada ini, ternyata banyak calon yang memiliki rekam jejak buruk atau rapot merah dan tidak layak untuk dipilih. Mereka diduga kuat pernah terlibat masalah baik masalah korupsi dan moralitas dan mentalitas hingga harus berurusan dengan penegak hukum.

Kini semua kita kembalikan pada rakyat Klaten dan para pemegang kendali partai. Akankah Calon pemimpin yang memiliki mental dan moralitas seperti itu masih akan teta dipertahankan. Apakah mereka tetap akan “dipoles” agar cacatnya hilang dan bisa tampil cantik. Ada pepatah mengatakan Mutiara akan tetap bersinar dan bercahaya walau dikubur dalam lumpur bertahun tahun. Namun Bangkai tetap akan berbau busuk walau dibungkus rapat dan disiram segalon minyak wangi. Monggo rakyat Klaten anda warga yang cerdas, pilihlah Bupati anda dengan mata hati jangan dengan mata uang. (red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...