Putra terbaik Klaten Gugur. Keluarga Penerbang Serka Sumarjo Kehilangan Pelda Agus Purwanto.

Almarhum Pelda Agus Purwanto salah satu korban Hercules C130 di Medan
Klaten Mattanews.com -  Klaten kembali kehilangan 2 putra terbaiknya yang gagah berani. Almarham Praka Alfian Zulfikar dan Pelda Agus Purwanto (49) meninggal dalam kecelakaan pesawat Hercules C130 di jalan Jamin Ginting Medan Sumatera Utara. Sekitar 141 orang meninggal dalam musibah tersebut, 122 diantaranya penumpang pesawat.Dua diantara korban yang meninggal ternyata adalah anggota Paskas AU yang ternyata putra terbaik dari Klaten. Rumah almarhum di Desa Tanjung sari Kecamatan Manisrenggo sejak pagi hari sudah dipadati ratusan pelayat yang hadir
Tanda Piagam pendidikan Alhamrhum dari Paskas
Alharhum Praka Zulfikar dimakamkam di makam umum dukuh Tiyasan, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah. Ribuan pelayat datang mengantar kepergian terakhir almarhum, yang selama ini dikenal sosok pemuda yang berani, jujur dan pendiam. Dalam keluarga almarhum dikenal sebagai anak yang rajin taat beribadah dan suka menolong sesama. Upacara pemakaman dilakukan dengan upacara militer, disertai tembakan salvo sebagai tanda kehormatan terakhirnya, sebeluh jasad almarhum dimasukkan keliang kubur.
Serma Sumarjo (Pur) ayah almarhum  juga prajurit Paskas
Sementara itu pemandangan berbeda justru terjadi di rumah purnawirawan Serma Sumarjo di dukuh Karangnongko, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Klaten Jawa Tengah. Dirumah keluarga penerbang ini justru sepi dan tidak ada kesibukan apa apa. Almarhum Pelda Agus Purwanto yang ikut tewas dalam kecelakaan Hercules 130 berasal dari desa ini. Namun setelah persitiwa naas tersebut almarhum dimakamkam di taman pahlawan Malang Jawa Timur.    

Yuliani Setiyaningsih adik ke 4 dari lima bersaudara dimana 3 kakaknya dan ayahnya adalah tentara, menjelaskan kedua orang tuanya yakni Sumarjo dan ibu Endang setiyani telah berangkat ke Malang Jawa Timur untuk melihat jasad putra tertuanya yang terakhir. Menurut Yuliani tidak ada satupun firasat yang dirasakan oleh keluarga, jika akan kehilangan salah satu keluarganya. Almarhum sendiri pulang terakhir ke Klaten pada acara Sadranan beberapa minggu yang lalu.
Sang Adik Dwi Supriyanto juga anggota paskas
“Masa agus adalah kakak tertua kami. Dia sosok kakak yang sangat perhatian terhadap adik adiknya dan keluarga. Setiap pulang dan berkumpul dengan keluarga di Klaten dia selalu memberi nasehat, teladan dan wawasaan hidup yang baik, benar dan jujur pada adik adiknya. Saking perhatian dan sayangnya pada adik adiknya, almarhum tak segan menanyakan tentang kehidupan adik adiknya”, ujar Yuliani.  
Adik ketiga Almarhum Tri Subiakto juga anggota Paskas
Almarhum meninggalkan satu istri Nursetiarti dan dua anak yakni Anistia Dian Nur Safitri dan Apriana Dwi Firdilia. Serta satu cucu orang cucuk yang bernama Fano. Keluarga almarhum Agus ternyata keluarga penerbang, dimana dari ayah hingga adik adiknya semua menjadi anggota Paskas angkatan Udara.   
Anistia Dian Nur Safitri anak tertua almarhum Agus
Sang Ayah Sumarjo adalah anggota Paskas AU yang kini sudah pensiun dengan pangkat Serka. Agus Purwanto anak tertua juga anggota paskas AU. Disusul adiknya Dwi Setiyanto juga anggota Paskas dan kini bertugas di jakarta. Sang adik Apri Subiyanto yang juga anak ke 3 dari pasangan Sumarjo dan Endang Setiyani juga anggota Paskas AU dan kini bertugas  di Halim Perdana Kusuma jakarta.
Yuliani Setiyaningsih adik ke 4 almarhum dirumah duka Karangnongko
Dirumah almarhum Agus Purwanto Siang kemarin Kamis (2/7) tampak sepi. Tak ada satupun warga atau tamu yang datang kerumah almarhum. Hal tersebut dapat dimaklumi karena almarhum Agus dimakamkan di taman makam Pahlawan Malang Jawa Timur. Pak Sumarjo kini telah kehilangan satu “Rajawalinya”, namun dua “Rajawali mudanya” akan tetap tegar terbang membelah angkasa meneruskan perjuangan sang ayah dan kakak tercintanya. Selamat jalan Mas Agus, semoga kepergiaanmu membawa hikmah dan barokah bagi keluarga dan bangsa ini.(get)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...