Klaten Kembali Banjir Sampah. Setiap Pinggir Jalan dan Sudut Desa Penuh Tumpukan sampah.

Gunung sampah di Jomboran yang dibiarkaan begitu saja
Klaten Mattanewes.com - Aroma menyengat dan tak sedap terasa sangat kuat di Pasar Srago yang berada di Mojayan, Kecamatan Klaten tengah. Pasca lebaran tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Srago makin lama makin meninggi dan menjalar sampai jalan yang mengarah ke lokasi tempat pemotongan ayam serta lokasi parkir. Tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tak sedap tersebut makin diperparah dengan aroma yang dihasilkan dari tempat pemotongan ayam yang berada tak jauh dari TPS Pasar Srago. Situasi seperti itu membuat kualitas udara tidak baik. Bahkan bagi yang belum terbiasa, dipastikan akan langsung merasa pusing ketika menghirup udara di tempat itu.

Mita (31 Tahun) salah satu pengunjung pasar mengaku mual dan pusing setelah 5 menit masuk pasar. Ibu rumah tangga yang sedang menikmati mudik itupun langsung membatalkan niatnya untuk belanja. “awalnya saya mau beli daging ayam dan bumbu dapur untuk memasak bekal perjalanan kembali ke Jakarta. Tapi belum sempat menawar saya langsung pusing dan mual, dadanya serasa sesak dan mau pinsan,” ungkap Mita.
Tumpukan sampah dibelakang pasar Srago Klaten
Beberapa pedagang juga heran mengapa sampah belum diangkut. Padahal Dinas terkait sudah mulai masuk kerja. Mereka juga mengaku tertib membayar retribusi sampah. Hal ini dikhawatirkan bisa membuat pembeli enggan mampir. “Kami tertib bayar retribusi kok, tapi memang nyatanya tumpukan sampah ini belum diangkut truk. Kalau terkait bau menyengat, saya sudah biasa mas. Saya hanya khawatir para pembeli enggan mampir untuk berbelanja kesini,” ungkap salah satu pedagang bumbu sayur (25/7).

Saat dihubungi lewat ponsel pribadinya, Lurah Pasar Srago, Agus Setyono berjanji akan segera memberi tahu instansi terkait. Lebih lanjut Agus juga memohon pengertianya karena memang aktivitas di Pasar Srago juga meningkat saat Idul Fitri. “Saya akan segera menghubungi DKP agar sampah segera diangkut. Harap maklum, selama bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri aktivitas jual beli di Pasar juga meningkat,” ungkap Agus.

Pemadangan sampah tidak hanya terjadi di seputaran pasar Srago. Saat ini dihampir sudut kampung atau pinggir jalan dan sawah atau tepian sungai, tumpukan sampah menggunung dan mengganggu kesehatan. Bau busuk menyengat serta sampah yang dibiarkan begitu saja membuat lingkungan sekitar kotor dan tercemar. “Hampir semua sungai di Klaten sekarang berubah menjadi bak sampah. Mereka terpaksa buang sampah di Kali karena selain tidak ada tempat pembuangan, sampah yang menggunung tidak pernah diambil petugas”, ujar salah satu warga Klaten Selatan. (R1/red)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...