“Jelang Lebaran "Wartawan” Serbu Klaten, Kepala Dinas Terpaksa Sembunyi di Kamar Mandi. Kabag Humas Tak Bernyali.

Gara gara kertas bergambar ini, banyak Kepala Dinas Di Klaten Jadi Bancakan "wartawan"
Klaten Mattanews.com – Menjelang hari raya Idul Fitri, Puluhan orang yang mengaku “wartawan” dari dunia lain menyerbu seluruh instansi di jajaran Pemkab Klaten. Mulai dari keluruhan, Kecamatan, sekolah hingga kantor dinas semua tak luput dari serbuan mereka. Dengan dalih konfirmasi yang berujung minta uang bensin dan THR, mereka melakukan operasi secara bergerombol mulai pagi hingga sore hari. Akibatnya banyak kepala dinas dan kepala sekolah yang mengeluh dan terpaksa sembunyi di kamar mandi karena “Gilo” melihat rombongan “wartawan” yang datang menyemut keruangannya.    

Beberapa kepala SKPD (Dinas) di pemda mengaku heran dan tak habis pikir mengapa mereka bisa lalu lalang dan bebas berkeliaran  masuk keruang ruang kantor Pemda tanpa sopan santun atau tata krama. Bahkan ada beberapa Kepala Dinas yang menanyakan peran Humas terkait masalah ini.”Apa kabag humasnya sudah tidak punya nyali menghadapi orang seperti itu. Beraninya hanya pada wartawan yang tugas di Klaten”, ujar salah satu pejabat.

Keresahan yang hampir tiap tahun dirasakan para pejabat di Klaten menjelang lebaran dirasakan juga oleh Kepala Disnakertrans Sugeng Hariyanto dan Harjoko Kabid Pengairan Klaten, Warsito lurah pasar dan pejabat lainnya.  Menurut Sugeng sejak pukul 8.30 pagi hingga jam 13.00 sudah lebih 24 wartawan datang keruangannya. Dirinya heran karena dirinya tidak kenal dengan orang yang mengaku wartawan tersebut. “Kalau wartawan yang biasa tugas di Klaten saya pasti tahu. Tapi kalau yang ini, jangankan kenal, tahu saja tidak”, ujarnya.

Kejadian lebih tragis lagi dialami Kabid pengairan PU Klaten Harjoko. Dirinya sering didatangi orang yang mengaku wartawan  yang tidak sekedar minta uang bensin tapi sudah mengarah pada pemerasan. Mereka datang bergerombol memaksa bahkan kadang mengancam dan minta uang hingga jutan rupiah.” Setiap datang mereka berlagak seperti pemeriksa dan mengancam jika tidak mau memberi sejumlah uang. Paling sedidkit mereka minta uang Rp 3 hingga puluhan juta”, tegasnya.
Kepala Disnakertrans Klaten S.Hariyanto
Apa yang dirasakan dan dialami Sugeng Hariyanto juga dialami seluruh Kepala SKPD di jajaran Pemda Klaten, Camat, kepala Sekolah hingga lurah lurah pasar di Klaten. Pada umumnya mereka tak bisa berkutik menghadapi. Mereka tetap menunggu hingga yang dicari sedang pergi. Atau datang esok harinya sampai orang yang dicari ketemu. Bahkan ada beberapa pejabat yang terpaksa “sembunyi” dikamar mandi dan tidur dalam ruangan kosong, karena risih dengan ulah mereka.

" Saya kira apa yang dialami pak Sugeng tak jauh beda dengan yang saya alami. Bukan berarti saya pelit, tapi menjelang lebaran mendingan saya ngantornya sambil berjalan diatas motor biar aman dari serbuan "wereng", Kalau ada staf yang mau tanda tangan tinggal ngebel ketemuan disuatu tempat", ujar salah satu kepala Dinas.
Andi Police News dan  Hilal Lacak dua wartawan mingguan di Klaten yang namanya sering dicatut
Jumlah wartawan yang bertugas di Klaten mulai dari koran harian, tabloid mingguan, majalah, radio dan media online tak lebih dari 30 orang. Tapi pada event event tertentu atau lebaran jumlahnya bisa membengkak jadi 105 lebih.  (tev)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...