Gara Gara SMS Ratusan Tukang Ojek di Klaten "Menangis"

jumlah armada ojek tak sebanding dengan penumpang yang sepi

Klaten Mattanews.com – Ratusan tukang ojek yang tersebar di wilayah Klaten harus “menangis” dan gigit jari karena dalam arus mudik lebaran tahun ini penumpang mereka turun dratis dibanding tahun lalu. Semua terjadi gara gara SMS yang membuat para pemudik dijemput keluarganya dan tidak lagi menggunakan jasa angkutan ojek untuk meneruskan perjalanan pulang kerumahnya. Beberapa pengojek hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan ini. Terminal, stasiun atau pemberhentian bus tak lagi dipenuhi tukang ojek, namun berubah dipenuhi kendaraan para penjemput keluarganya yang datang dari luar kota.

“ Lebaran tahun lalu walau sepi tapi masih bisa punya sisa untuk lebaran mas. Tapi sekarang sehari narik dua kali saja sudah termasuk hebat. Jasa ojek sekarang kalah dengan jemputan pribadi via SMS”, ujar Atok pengojek asal Mbendo yang sehari hari mangkal di terminal bus Buntalan dan mengaku hanya bisa membawa pulang uang Rp 125 ribu sehari semalam.

3 tahun jadi tukang ojek, Atok mengaku hidup dalam kondisi pas pasan. Harus menghidupi istri dan 2 orang anak menjadi tukang ojek dinilai sangat berat. Namun semua dijalani dan di syukuri agar tetap bisa bertahan. Menurut Antok tarif ojek saat lebaran sebenarnya tidak ikut naik seperti tiket bus. Untuk tujuan tujuan tertentu seperti Bayat, Gedang sari, Trucuk, Gantiwarno atau Jatinom dari tarif normal sekitar Rp 30.000 paling banter naik menjadi Rp 35.000/sekali trayek.

Penderitaan Atok pengojek yang mangkal di yerminal Bus Buntalan Klaten ternyata dialami oleh puluhan pengojek yang ada di beberapa daerah lain, seperti terminal Penggung, Ngaran Mlese, Bendo gantungan, Bayat, Prambanan dan lainnya. Pada umumnya mereka mengeluh karena pemudik sepi, mereka lebih suka menggunakan kendaraan pribadi. Sementara bagi yang menggunakan bus sudah dijemput keluarganya.

Selain sepi, pemudik yang menggunakan angkutan lebaran seperti bus umum kali ini memang nampak menurun dibanding tahun lalu. Kebanyakan pemudik lebih suka menggunakan kendaraan pribadi atau bus rombongan yang mengantar mereka hingga desa tujuan. Sehingga di beberapa tempat pemberhentian bus dan stasiun kereta relatif sepi. Disamping pemudik tahun ini tidak seramai tahun lalu. Hal tersebut diakui Kabid angkutan Dishub Klaten Joko Suwanto SH.Msi yang mengatakkan terjadi penurunan arus mudik via Klaten.(get)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...