Di ijinkannya “Politik Dinasti” Membuka Peluang Bagi The First Lady Yani Sunarno Maju Bupati.

Ibu Hajah Yani Sunarno Siap Maju Pilkada
Klaten Mattanewes.com -   “Sirkus dan atraksi” politik tingkat tinggi yang dimainkan para polit”ikus dan petinggi yang ada diatas mau tidak mau berimbas ke daerah. Semua yang terjadi hanya beberapa hari sebelum batas akhir penetapan rekomendasi bagi para balon Bupati yang akan mengikuti Pilkada serentak menjungkir balikkan peta politik di daerah menjadi  “Akrobat” yang semakin memanaskan suhu politik di daerah. Demikin halnya yang terjadi di Klaten. 

 Dikabulkannya “Dinasti” kekuasaan untuk ikut dalam proses Pilkada membuat partai pemenang pemilu di Klaten semakin sulit dan bingung dalam menentukan siapa yang berhak atas rekomendasi. Karena setelah issu santer Hajah Sri Hartini di pastikan mendapat rekomendasi, tiba tiba muncul kuda hitam Edy sasongko yang langsung menggebrak Klaten dengan berbagai road shownya ke daerah - daerah. Namun optimisme kubu Edy Sasongko tiba tiba “nglokro” manakala The first Lady Ny Yani Sunarno dalam tiga hari terakhir inipun mulai minta restu kepada warga Klaten untuk melanjutkan kinerja suaminya yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Klaten Desember 2015.   
Mas Aris Widhiartho Balon dari PDI Perjuangan Klaten

Keseriusan istri Bupati Klaten maju dalam Pilkada Klaten tampaknya tidak maian  main. Dalam beberapa kesempatan kunjungan atau tarling ke daerah daerah Bupati Klaten sudah memeperkenalkan diri dan mohon doa restu agar sukses di Pilkada nanti. Hal tersebut dibenarkan beberapa pejabat yang selalu mengikuti kegiatan beliau saat tarling ke daerah.
One "Galuh" Krisnata namanya mulai diperhitungkan
Kini ada 4 nama yang bersaing kuat di tubuh partai berlogo banteng moncong putih dalam Pilkada Klaten. Aris Widiharto, Edy Sasongko, One Galuh Krisnata dan sang pendatang baru Yani Sunarno. Ke 4 calon tersebut merupakan kadindat kuat penerima rekomendasi. Dan siapapun yang akan mendapat rekomendasi  akan sangat berpengaruh terhadap turunya rekomendasi yang ada di koalisi Adi Jaya.

Tampilnya Edy sasongko beberapa waktu lalu sudah membuat kondisi PDPI Klaten terberai. Dan kini munculnya nama Yani Sunarno mau tidak mau membuat tubuh PDI Perjuangan Klaten semakin tidak karuan bentuknya. Selaian banyak balon terdahulu yang kecewa, tak sedikit para politisi dan pengurus partai yang mulai melakukan “gerakan perlawanan”.
Sunardi mantan Kepala Dinas Pendidikan Klaten maju lewat ADI JAYA
Sementara itu di kubu ADI JAYA 4 balon bupati yang terjaring dan tersaring melalui berbagai tes dan survei, menempatkan sosok One Galuh Krisnata diposisi puncak. Disusul kemudian dr Harjanto. Sementara tempat ketiga ada nama Sunardi dan kolonel purnawirawan Widodo. Namun hingga kini siapa yang akan direkom untuk maju, semua masih menunggu “sangat” yang tepat. Tak jauh bebeda dengan yanag terjadi di PDI-P Klaten di koalaisi inipun “bau” tak sedap mulai menyengat. Dari ADI JAYA  diprediksi akan muncul dua kadindat, yang artinya koalisi 7 partai ini sangat mungkin pecah jadi 2. (tev)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...