Berlagak Sok Jagoan Brigadir Toni Pamungkas Oknum Polisi Polda DIY Dihajar Massa.

Oknum Polisi yang sok jagoan akhirnya tumbang juga ditangan tukang parkir
Klaten Mattanews.com - Brigadir Toni Pamungkas, seorang anggota Polda Daerah Istemewa Yogyakarta (DIY) babak belur setelah dihajar masa di daerah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah pada Selasa siang (7/7). Aksi masa yang dilakukan di depan Toko Emas yang berlokasi di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan tersebut dilakukan setelah Brigadir Toni berbuat semena-mena terhadap Hartanto(27) seorang petugas parkir pada Minggu (5/7).

Toni yang merasa tersinggung  dengan ulah Hartanto yang meminta uang parkir langsung menghajar Hartanto. Tidak cukup sampai disitu, pada hari berikutnya aksi Toni kembali dilakukan dengan menabrakkan mobinya terhadap petugas parkir tersebut. Hartanto mengaku tidak menyangka bahwa niatnya menarik parkir kepada salah satu pengunjung kios berujung penganiayaan.  Ia mengaku bertindak wajar dalam menarik uang parkir. “Ya saya tarik parkir biasa saja dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Tapi malah berujung panjang seperti ini,” jelasnya Hartono.

Geram terhadap kejadian yang menimpa adiknya, Catur Yudha Setiawan (40), kakak Hartanto, ingin menyaksikan langsung ulah oknum polisi itu pada hari ketiga.“Sekitar pukul 11.15 WIB, Polisi itu datang lagi membawa satu teman dan langsung menghajar adik saya. Namun sebelum itu terlaksana saya menangkis pukulannya dan langsung menguncinya,”jelas Catur..

Warga yang mengetahui ulah oknum polisi sejak dua hari yang lalupun ikut geram dan melancarkan bogem mentah ke bagian tubuh Toni. Tak ayal dalam sekejap oknum polisi tersebut sudah babak belur dihajar masa “ setelah saya kunci dan saya jatuhkan, kemudian warga langsung berkerumun,” jelas Catur.

Sementara itu, Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo, menyatakan masalah yang terjadi antara oknum anggota Polda DIY dengan warga yang bertugas sebagai juru parkir merupakan salah paham. Pihaknya langsung melakukan klarifikasi sejak awal sebagai langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Masing-masing pihak telah menyadari bahwa ini merupakan salah paham dan juga dalam hal ini dari oknum anggota polri saya kira berlebihan dan kurang dewasa dalam menyikapnya. Seharusnya sebagai anggota Polri bukan demikian dalam menyikapi masalah ini. Harusnya menyerahkan hal ini kepolsek atau kepolres Klaten, kerena dari warga sendiri sejak awal sudah menyerahkan masalah ini ke Polsek Prambanan yaitu mulai Minggu”  Jelas AKBP Langgeng.

Lebih lanjut Kapolres Klaten menyatakan masalah ini akan diselesaikan menurut jalur hukum. AKBP Langgeng menyebutkan ada dua jalur hukum yang akan ditempuh, yang pertama menyangkut pidana umum terkait penganiayaan yang akan ditangani oleh polres klaten yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Klaten dan  yang kedua terkait dugaan pelanggaran anggota yang akan ditangani oleh Polda DIY.

”Melalui mekanisme sidang disiplin warga akan diantar kepolda DIY oleh Polsek Prambanan dan saya sebagai Kapolres sudah menghubungi Polda DIY dan juga kebagian Propam Polda DIY untuk menangai permasalahan ini,” Pungkas KBP Langgeng.(R1.get)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...