Tenaga Kerja Di Indonesia Yang bersertifikasi baru 7,08 persen. Di Klaten 1.235 Orang.

Para tenaga tukang di Klaten tengah mengikuti pelatihan
Klaten mattanews.com - Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi & Pelatihan Konstruksi (PPK&P) Dirjen Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Konstruksi, Dr. Ir. Masrianto MT mengemukakan, di negara Indonesia jumlah tenaga kerja konstruksi  yang bersertifikasi baru 7,08 prosen (dari total tenaga sebanyak 688.534 orang) dan tenaga termapil bersertifikat baru mencapai 5,31 prosen (dari total tenaga terampil sebanyak 2.065.602 orang)

Kepala PPK&P Dr. Ir. Masrianto MT mengemukakan hal itu pada acara LAUNCHING PERCEPATAN SERTIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI dan Pembekalan dan Fasilitasi Uji Kompetensi Tukang Bangunan Umum Menggunakan Mobil Training Unit (MTU) di desa Srebegan Trucuk Klaten, Rabu (03/05). Kegiatan selama lima hari mulai Rabu (03/06) hingga Minggu (07/06) diikuti oleh 750 peserta, dari tenaga kerja tukang batu, pembesian dan kelistrikan .

Untuk itu, kata Masrianto lebih lanjut, pemerintah mentargetkan lima tahun kedepan 250 ribu tenaga kerja  sudah harus bersetifikasi, agar dapat bersaing dengan tenaga kerja diluar negeri. “ Ini sangat sulit dilakukan, namun pemerintah terus berusaha keras melakukan pembekalan ketrampilan bagi tenaga kerja yang ada “ ujarnya.

Menurur Masrianto, peran Indonesia di wilayah ASEAN tidak dapat dipandang sebelah mata karena memiliki luas wilayah 42 % dan penduduk 39 % se ASEAN. Hal ini menjadikan Indonesia tetap menjadi potensi pasar yang sangat besar bagi negara ASEAN, karena dalam lima tahun terakhir yang jumlahnya terus meningkat pesat.

Bupati Klaten H Sunarno dalam sambutannya mengemukakan, melihat perkembangan tenaga kerja layak bersertifikat, ini dilakukan agar saat ada keterbukaan pasar bebas tidak ketinggalan. Disamping itu dengan bersertifikat gaji mereka semakin bertambah, dan kesejahteraan semakin meningkat. “ Meski demikian upah yang besar tukang batu juga harus tetap bersedekah membagi keahliannya. Jangan sampai diminta bantuan tenaganya untuk membangun tempat ibadah ongkosnya malah tinggi” pintanya .

Terpisah keterangan dari ketua SPSI Klaten. Sukadi HS menyebutkan, tahun  2014 tenaga kerja di Klaten yang sudah bersertifikasi sebanyak 1.235 orang, Jawa Tengah sebanyak 29.841 orang. Tahun 2015 Klaten akan melakukan pembekalan sertifikasi tenaga kerja konstruksi sebanyak 850 orang dalam dua tahap(ndi/get)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...