Setelah Heboh Beras Plastik, Kini Merica Palsu Beredar bebas Di Pasar Klaten.

Mrico Palsu. beredar bebas di pasar pasar Klaten
Klaten Mattanews.com - Setelah dinyatakan aman dan bebas dari peredaran beras plastik, kini di Klaten Jawa tengah ditemukan merica palsu. Merica yang diduga dibuat dari tepung dengan waran yang mirip Mrica dijual bebas di pasar pasar yang ada di seluruh wilayah Klaten. Hal itu terungkap ketika  Lina (32) warga Klaten Tengah mendapatkan merica palsu yang dibeli dari seorang pedagang di Pasar Gede Klaten, saat belanja keperluan sahur dan buka puasa, Rabu siang (17/6).


Saat itu dirinya belanja di pasar yang terletak di pusat Kota Klaten tersebut. Kecurigaan bermula ketika melihat sesuatu ada yang aneh dari merica yang dibelinya. Merica yang dibelinya nampak lain dari merica pada umumnya. Kecurigaan tersebut diperkuat dengan munculnya berita di televisi terkait beredarnya merica palsu. Setelaah diteliti ternyata benar. Dari merica yang dibeli seharga 5 ribu rupiah tersebut hanya ada 8 merica asli sisanya diduga palsu.


“Karena mau puasa, sepulang jemput anak sekolah saya langsung ke Pasar Gede Klaten untuk belanja persiapan sahur pertama. Setelah belanja bahan saya bermaksud membeli merica 5 ribu rupiah. Sampai di rumah kok ada yang aneh dari merica yang saya beli. Karena pernah lihat berita di tv, saya pikir bahwa itu merica palsu. Dan setelah saya amati, dan rasakan ternyata benar. Dari merica yang saya beli hanya ada 8 butir merica asli. Lainnya palsu dan saat saya rasakan rasanya asin seperti tepung,” ungkap Lina.kepada Mattanews, Sabtu (20/6).


ciri-ciri merica palsu yang beredar di pasar Klaten mirip dengan merica palsu yang diberitakan di televisi. Yaitu ketika di hancurkan mirip kapur tulis atau semen, warnanya putih. Setelah dicicipi rasanya asin dan ketika dicampur air lengket. Diduga barang ini sudah cukup lama beredar di pasar pasar Klaten. Namun karena belum pernah ada laporan dinas terkait dalam hal ini Disperindagkop Klaten tidak pernah melakukan monitoring atau pengecekan ke pasar pasar.


Sehari setelah kejadian itu tepatnya hari kamis (18/6), Lina bersama ibunya belanja di pasar yang sama (Pasar Gede Klaten). Karena pengalaman dari merica yang sebelumnya dibeli, Ibu Lina menolak ketika salah satu pedagang menawarkan merica. “Sehari setelah kejadian itu saya bersama ibu belanja ke pasar lagi. Salah satu pedagang menawarkan merica, tapi ibu saya menolak dan mengatakan merica yang kemarin palsu. Yang saya heran, setelah ibu saya bilang bahwa merica yang kemarin dibeli adalah palsu, kok tiba-tiba pedagang itu bilang kalau tidak punya merica karena sudah habis,” jelas Lina.


Sementara Ucie (29) Warga Mojayan, Klaten Selatan mengaku sudah tidak heran dengan kabar merica palsu yang beredar di Klaten. Pasalnya sejak 4 tahun lalu, ibu satu anak ini mengaku sering mendapatkan merica palsu seperti yang heboh diberitakan di televisi tersebut di Pasar Srago, Klaten. Berawal dari perbedaan yang mencolok antara merica palsu dengan yang asli, dulu Ucie sempat memilah-milah merica yang dibelinya dalam bungkuan kertas koran.seharga 2 ribu rupiah. “ciri-cirinya sama, jadi ketika dipukul bentuknya seperti kapur dan lengket. Tapi saya gak berani mencicipi karena gak tau bahan yang digunakan berbahaya apa tidak,” ungkap Ucie (R1/tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...