Seorang Oknum Pejabat Penting di Pemda Klaten, Diduga Terlibat Kasus Ijasah Palsu Kepala Desa.

Ijasah SMP Yang diyakini palsu dengan 6 item kejanggalan
Klaten Mattanews.com -  Terbongkarnya jaringan Ijasah Palsu yang melibatkan beberapa perguruan tinggi atau lembaga pendidikan di Indonesia, membuat banyak pihak kebakaran jenggot. Karena ditengarai banyak pejabat atau anggota Parlemen yang bisa sukses berkarier di posisi strategis berkat “ajaibnya” ijasah palsu. Sehingga hingga saat ini berbagai instansi pemerintahan terus melakukan pendataan dan pemeriksaan ulang ijasah pegawainya, agar tidak kecolongan.

Di Klaten issu ijasah palsu mulai menghangat menyusul adanya dugaan pemakaian ijasah palsu oleh seorang Kepala Desa di Kecamatan Gantiwarno yang diduga kuat melibatkan oknum pejabat tinggi di jajaran Pemda Klaten. Seorang kepala desa yang diduga kuat dan diyakini mendaftar kepala desa dengan menggunakan ijasah palsu tetap bisa lolos dan dilantik Kepala Desa oleh Bupati walau kasusnya sudah ditangan pihak penyidik dari Kepolisian. Beberapa sumber mengatakan lolosnya oknum kepala desa tersebut diduga kuat karena campur tangan dan becking dari oknum pejabat di Pemda Klaten yang saat ini menduduki posisi penting di Pemerintahan.

Kepala Desa yang bersagkutan saat dikonfirmasi mengelak jika dituduh ijasah yang dipergunakannya dalam mendaftar Pilkades tahun 2013 lalu palsu. Menurutnya dia memang pernah menempuh pendidikan di SMP tersebut dan mendapatkan ijasah. Walau sekarang sekolah tersebut sudah tutup.” Saya pernah menempuh sekolah disana mas,Jadi ijasah ini asli”, ujarnya
Daftar nilai ijasah yang juga diyakini palsu
Sementara itu beberaapa sumber di Pemda menjelaskan kasus penggunaan ijasah plasu oleh salah satu Kepala Desa tersebut sebenarnya sudah pernah dilaporkana ke pihak Polisi. Dan atas keterangan beberapa pihak termasuk saat di cek di Dinas Pendidikan ijasah tersbut diyakini palsu dan memiliki 6 kejanggalan yang dapat dipastikan palsu. Namun sayang entah mengapa tiba tiba kasus tersebut “dipeti Eskan” oleh penyidik di kepolisian Polres Klaten dan hingga kini ditutup tanpa keterangan pasti.  

Masih menurut sumber “Dipeti Eskannya” kasus ijasah palsu tersebut di duga tak lepas dari peran aktif oknum pejabat teras Pemda Klaten yang “meminta kasus tersbut dihentikan dan ditutup”. Sehingga pihak Polres Klatenpun tidak berani meneruskan. Hal tersebut terungkap saat sumber akan klarifikasi pada camat Gantiwarno Dwi Purwanto. Saat ditanya pak camat tidak berani memberi komentar dan statemen karena sudah mendapat “welingan atau pesan” dari oknum pejabat di Klaten agar tidak sepatah katapun memberi penjelasan pada siapapun.

“Kasus ini sudah perah dilaporkan oleh salah satu warga Gantiwarno ke Mapolrs Klaten, dan sudah  ditangani. Tapi entah mengapa kasus yang diyakini dan terbukti kasus pemalsuanya, tiba tiba dihentikan oleh penyidik di Mapolres, dengan alasan warga tidak mempermasalahkan ijasah palsu dan bisa menerima”, ujar sumber.   

Sementara itu sumber di pemerintahan Pemda Klaten dengan tegas akan menurunkan tim guna mengusut tuntas kasus tersbut. Jika memang yang bersangkutan menggunakan ijasah palsu, maka jabatannya bisa dicopot dan kasusnya dilimpahkan kepada pihak yang berwajib.” Saya nggak peduli dalam hal ini akan melibatkan pejabat penting di jajaran Pemada Klaten. Kalau memang dia ikut terlibat seret saja sekalian”, ujarnya.
Camat Gantiwarno Dwi Purwanto saat dikonfirmasi via telepon gemgamnya menyatakan tidak tahu betul masalah tersebut. Dirinya tidak berani memberi penjelasan karena sudah dipesan untuk tidak memberi statemen terkait masalah tersebut." Maaf untuk hal ini saya tidak komentar", tegasnya. (get)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...