Selama Tahun 2014, 45 Penderita Aids Meninggal di Klaten Jawa Tengah.

Edy Hartanto SH Plt Kepala Dinas Kesehatan Klaten
Klaten mattanews.com – Jumlah penderita penyakit HIV dan Aids di Klaten dari tahun ke tahun menunjukkan trend meningkat. Untuk tahun 2014 jumlah penderita HIV ada 54 orang Aids 37.     sejak tahun 2007 hingga 2014 total penderita HIV di Klaten mencapai 171 orang sedang penderita Aids mencapai 142. Dari jumlah tersebut 45 penderita meninggal, sedang lainya dalam proses penyembuhan.

“Kita terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, terutama yang menyangkut masalah perilaku sexs, karena penyakit ini hanya bisa ditularkan lewat cairan vagina atau sperma serta darah. Sehingga umumnya para penderita penyakit ini adalah mereka yang menganut pola seks bebas atau gonta ganti pasangan atau melakukan hubungan sejenis”, demikian ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Klaten Edy Hartanto SH didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Harry.

Karena jumlah penderita penyakit ini mengalami trend kenaikan tiap tahunnya, maka pihak Dinas Kesehatan di Klaten terus melakukan pencegahan preventif dengan terus melakukan penyuluhan melakukan pada masyarakat dan meningkatkan profesionalisme para tenaga medis di jajaran kesehatan Klaten agar mampu mendeteksi dini gejala penyakit Aids atau HIV.

“Saat ini semua petugas laborat Puskesmas di Klaten sudah memiliki kemampuan untuk memeriksa dan mendeteksi penyakit Aids atau HIV, kemampuan ini akan kita tunjang dengan pengadaan klinik manual seksual (KMS) disetiap puskesmas di Klaten. Dengan demikian pendektesian pencegahan dan penanganan pertama penyakit bisa diketahui sejak dini”, tegasnya.

Saat ini lanjut Edy bagi masyarakat yang diduga terkena penyakit HIV atau Aids bisa periksa ke Puskesmas Jogonalan I yang memang sudah dipersiapkan guna pemeriksaan penyakit tersebut. Kedepan 2 Puskesmas juga dipersiapkan membuka klinik IMS yakni, Puskesmas Karangdowo dan Puskesmas Delanggu.
Harry Kabid P2P Dinas Kesehatan Klaten
Sementara Itu Kabid P2P Dinas Kesehaatan Klaten Harry menjelaskan saat ini para penderita HIV dan Aids di Klaten bisa ditangani di beberapa rumah sakit yang ada di Klaten. Rumah kita yang sudah bisa menangani penyakit tersebut antara lain, RS Suraji Tirtonegoro (Tegalyoso), RS Sujarwadi dan Rumah sakit BKPM atau dulu lebih dikenal sebagai rumah sakit Paru paru.

Menurut Harry Aids atau HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan sperma atau air lendir vagina serta darah melalui jarum suntik. Sehingga penyakit ini kebanyakan dialami oleh mereka yang suka melakukan hubungan sexs bebas atau penyimpangan sexs atau hubungan sejenis. “ Saat melakukan penyimpangan sexs mungkin ada bagian yang lecet dan mengeluarkan darah. Dari darah itulah penyakit ini bisa tertular atau lewat jarum suntik”, tegasnya. 

Yang perlu dipahami oleh masyarakat lanjut Harry masyarakat tidak perlu takut berhubungan dengan para penderita penyakit tersebut, selama tidak melakukan kontak sexs atau menggunakan jarum suntik yanag dipakai penderita. Karena penyakit ini tidak bisa menular begitu saja. HIV adalah penyakit dimana sesorang kehilangan kekebalan tubuhnya, sementara Adis adalah kumpulan penyakit yang begitu komplek dan biasanya menyerang penderita HIV karena yang bersangkutan tidak memiliki kekebalan tubuh.

“ Hingga saat Penyakit ini sulit disembuhkan. Namun penderita HIV atau Aids masih bisa bertahan dengan catatan harus mendapat perawatan kesehatan rutin dan super extra”, tegasnya.(tev) 
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...