PDAM Klaten Jawa Tengah hanya "Kencing" Di Cawas

Amithaba pelanggan PDAM tapi tiap hari tetap ngangsu di sumur.

Klaten Mattanews.com – Ribuan pelanggan air dari PDAM Klaten, Jawa tengah mengeluh dan kecewa atas pelayanan PDAM Klaten yang tidak memperhatikan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Sudah sejak 4 bulan terakhi ini, terhitung Maret 2015 air PDAM macet. Air baru bisa mengalir setelah jam 21.00 malam hingga pukul 05.00 pagi, itupun dengan catatan debit air yang dikeluarkan dari kran hanya sebatas “orang kencing” atau ithir – ithir. Berkali kali warga mengadukan keluhan tersebut ke kantor pusat di Klaten, namun hingga kini tidak pernah diperhatikan.

Hasil investigasi lapangan jumlah pelanggan air PDAM di wilayah Cawas dan sekaitarnya lebih dari seribu pelanggan. Mereka menikmati layanan air bersih dari PDAM sejak tahun 2014. Pada saat itu mereka dikenai beaya sebesar Rp 850.000 saat pasang baru. Dari jumlah tersebut kebanyakan pelanggan PDAM masuk katagori rumah tangga 1, 2 dan 3.

“Statusnya warga pelanggan PDAM tapi kenyataanya tiap hari warga tetap mengandalkan sumur biasa dan sanyo untuk mengambil air guna keperluan hidup sehari hari. Kalau kita mengandalkan air PDAM, bisa bisa kita jarang mandi dan nggak bisa masak mas, karena air hanya mengalir pada jam 9 malam hingga subuh. Setelah itu macet lagi. Dan ini sudah berlangsung lebih dari 4 bulan”, ujar Amitabha salah satu pelanggan warga Gombang Cawas Klaten.

Menurut Amithaba, warga Cawas sudah capek tiap hari lapor ke kantor PDAM. Karena setelah lampor hanya dijawab petugas, “besok kita cek dan akan segera diperbaiki”. Jawaban tersebut lanjut Amithaba selalu dilontarkan petugas PDAM jika ada warga Cawas  yang menyampaikan keluhan. Sehingga warga sekarang malas lapor.

“Apa warga harus demo dulu turun ke jalan atau nggeruduk kantor PDAM agar keluhan ini cepat tertangani. Kalau memang maunya PDAM seperti itu, kita siap melakukan aksi demo, demi lancarnya air. Selama ini kita menjadi pelanggan PDAM yang baik dan taat membayar sesuai tarif yag ditentukan. Tapi kenapa PDAM memperlakukan pelanggannya seperti ini”,ujarnya.

Untuk itu Amithaba meminta agar Direktur PDAM yang baru mau menangani keluhan ini secepatya. Sementara Direktur Utama PDAM Klaten yang baru Irawan Margono saat dikonfirmasi tidak ada dikantor. Via telepon dirinya menjelaskan tengah ada acara diluar. “ maaf mas saya sedang di luar. Besok saja bisa ketemu saya”, ujarnya (tev) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...