PDAM Klaten Jawa Tengah, Bikin Sumur Dalam Untuk Cukupi Air Di Cawas

Irawan Margono.SH Dirut PDAM Yang Baru
Klaten Mattanews.com
– Dalam rangka peningkatan pelayanan para konsumen PDAM di Klaten, khususnya memenuhi kebutuhan air bersih para pelanggan air PDAM di wilayah Kecamatan cawas, Klaten Jawa Tengah, Perusahaan darah Air Minum (PDAM) Klaten akan segera membuat sumur dalam di wilayah Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Diharapkan sumur yang akan seleai penggarapannya akhir tahun ini mampu menghasilkan produksi air 25 liter/detik dan mampu mencukupi sekitar 3955 pelanggan PDAM yang ada di wilayah Cawas dan sekitarnya. 

“Saat ini semua proses perijinan dan administrasi tengah berjalan dan mendekati rampung. Kita berharap dengan selesainya pembuatan sumur dalam di Ponggok, masalah kekurangan air bagi para pelanggan PDAM di wilayah Cawas akan segera tertangani. Untuk itu kami minta agar saudara saudara kita di sana untuk bersabar sebentar, karena kita tetap berupaya untuk memberi pelayanan terbaik bagi warga, khususnya para pelanggan PDAM”, mikian ditegaskan Irawan Margono SH, Direktur Utama PDAM yang baru kepada Mattanews diruang kerjanya.

Diakui Irawan, sebagai Direktur baru dirinya masih harus melakukan penataan personil dan manajemen serta   konsolidasi untuk melanjutkan program terdahulu yang selama ini belum selesai. Untuk itu dirinya tidak bisa serta merta mengambil kebijakan sendiri. Apalagi yang terkait masalah tekhnis.
Menyinggung masalah macetnya aliran air PDAM di Cawas pada jam jam tertentu, diakui Irawan hal itu sangat mungkin terjadi karena debit air yang mengalir ke sana sangat terbatas.Sehinga dalam jam jam sibuk sangat mungkin air macet karena adanya penggunaan yang bersamaan. Biasanya itu terjadi di kisaran jam 6,00 sampai 11.00 siang, Sore hari jam 16.00 hingga pukul 20.00 malam.

Guna mengantisipasi hal tersebut, dirinya menghimbau agar warga membuat bak penampungan air dengan ukuran 1 X 2 Meter yang berfungsi sebagai tandon air. Sehingga jika kran macet warga tidak mengalami kesulitan air dan tidak harus menunggu hingga kran PDAM mengalir.”Baka tandon ini sifatnya bisa sementara selama debit air belum ditambah atau bisa permanen, dengan tujuan warga tidak akan mengalami kesulitan air disaat kran mati. Selain itu warga juga bisa melakukan penghematan air”, tegas Irawan yang kini tengah merampungkan pendidikan S2nya. 

Selama ini air yang digunakan untuk melayani  pelanggan air PDAM di wilayah Cawas mengambil dari mata air Nila yang ada di wilayah kecamatan Tulung. Namun seiring meningkatnya jumlah pelanggan di cawas yang kini mencapai angka 3955 debit air di umbul nila yang berkekuatan 20 liter/detik sudah tak mampu mencukupi kebutuhan warga disana. Sehinga PDAM mengambil langkah cepat dengan segera membuat sumur dalam dengan debit 25liter/detik.

Diharapkan dengan tambahnya debit air menjadi 45 liter/detik masalah kebutuhan air bersih di Cawas dan sekitarnya dapat tertangani. Kedepan PDAM Klaten akan mengejar   target pemenuhan standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi para pelanggan dengan standar estimasi penggunaan air 120 liter/orang dalam seharinya.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...