Pasar gehde Klaten Tak layak Huni. 30 Unit Pintu rusak Tak Berfungsi Atap Jebol.

Salah satu pintu pasar yang rusak dan tak berfungsi
Klaten Mattanews.com -  Pasar gede Klaten Jawa Tengah, atau lazim disebut pasar tiga lantai yang berada tepat dijantung kota, ternyata kondisinya rusak parah dan tak layak huni. Hampir seluruh atap pasar jebol dan dipastikan akan banjir dan pasar akan terendam air jika hujan turun, karena semua saluran air sudah tidak berfungsi tertutup tanah dan sampah. Disamping itu sekitar 30 lebih pintu pasar hancur tak dapat berfungsi. Sehingga banyak pedagang yang resak takut dagangannya dijarah pencuri jika malam hari.

“Jujur mas kalau malam hari kita yanag dirumah selalu was was dengan keamanan barang dagangan yang ada di pasar. Karena hampir semua pintu pasar tidak berfungi, sehingga orang dengan mudah keluar masuk pasar. Sementara jumlah petugas jaga malam terbatas dan tidak bisa 24 jam menunggi kios dan lapak pedagang”, ujar Sarwidi alah satu pedagang.

Kepala Pasar Tiga Lantai Badarudin mengakui kondisi pasar yang dikelolanya dalam kondisi memperihatinkan. Banyak pintu pasar rusak dan tak berfungsi. Termasuk atap pasar yang jebol dan tak berfungsinya saluran air di sekitar pasar. Kondisi ini diakui sangat menganggu para pengunjung pasar dan pedagang itu sendiri. Karena menimbulkan kesan kumuh dan bau, mereka juga was was degan keselamatan dagangannya terutama jika malam hari.
Badarudin. Kepala Pasar Tiga Lantai
“Kondidi pasar Tiga lantai memang sangat memperihatinkan mas. Banyak kerusakan, mulai dari atap pasar hingga aluran air yang tak berfungsi karena rata dengan tanah dan penuh sampah. Berbagai upaya kita lakukan termasuk mengajukan dana perbaikan. Namun hingga kini belum ada tanggapan dan pemihakan dari pihak terkait”, ujar Badarudin

Dulu pasar Tiga lantai yang dibangun oleh investor PT Inti Griya Semarang memang diharapkan dapat menjadi kebanggan warga Klaten dan pusat ekonomi bisnis di Klaten. Namun seiring perkembangan jaman, pasar yang ada tepat dijatung kota ini, kini keberadaanya tak lebih dari pasar kampung yang kumuh jorok dan tak terawat. Sehingga tak mustahil sejak dibangun lebih dari 24 tahun lalu, bangunan pasar di lantai 3 hingga kini tetap kosong melompong. Pedagang malas berjualan diatas karena sejak awal penataan pedagannya sudah salah, sehingga sepi pembeli. (get/tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...