Musik Tradisional SMP Kristen I Klaten Menggema di Palembang

SMP Kristen I Klaten. Satu satunya sekolah yang masih memakai gedung peninggalan belanda
Klaten mattanews.com – Rancak, Dinamis, merdu. Beberapa tembang lagu mengalun enak didengar dari alat alat musik tradisional yang ditabuh tangan tangan trampil siswa siswi SMP Kristen I Klaten. Berbagai alat musik tradisional seperti demung, saron, gong kendang dan lainnya mampu menghasilkan Maha karya seni yang luar biasa. Alunan musik dengan aransemen yang nyaris sempurna begitu enak masuk ditelingan kita. Berbagai macam lagu diramu dengan cermat dan apik, sehingga menghasilkan nada nada indah dan mampu membawa kita ke suasana Jawa ditempo dulu,  yang kaya akan budaya dan adat ketimuran.

Luar biasa. Itulah kata yang pertama kali terucap saat melihat penampilan 5 siswa siswi SMP Kristen satu, saat memainkan alat alat musik tradisional sehingga mampu menghasilkan karya seni musik yang luar biasa. Seakan telah menyatu dengan musiknya, mereka begitu piawai dan mahir dalam memainkan setiap alat musik. Mattanews dan beberapa orang tua wali murid yang melihat langsung latihan mereka diruang kesenian SMP Kristen I Klatenpun dibuat terpana dan terpesona dengan tampilan mereka.  
Personil musik tradisional SMP Kristen I Klaten
“Ini latihan rutin yang untuk persiapan mengikuti festival Lomba Seni Siwa Nasional di Palembang nanti. Mudah mudahan kerja keras dan kemauan serta tekad anak anak yang begitu sungguh sungguh ini mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Baik untuk orang tua, sekolah dan tentunya kota Klaten tercinta”, demikian ditegaskan Drs. Abet Nego Kuncoro Kepala Sekolah SMP Kristen I Klaten saat menerima Mattanews diruang kerjanya.

Menurut Kuncoro selama ini, prestasi anak anak diluar mata pelajaran pokok selalu beriringan dengan prestasi pendidikan mereka. Artinya walau banyak siswa yang mengikuti kegiatan extra namun pendidikan mata pelajaran tidak pernah tertinggal. Hal ini dibuktikan banyak prestasi didunia pendidikan seperti bidang sain, elektronik, matematika atau fisika diraih siswa SMP Kristen I. Sehingga walaupun anak memiliki beban tanggung jawab prestasi dibidang lain, untuk mata pelajaran mereka tidak boleh ketinggalan. Sehingga peran guru dalam membimbing anak menjadi skala perioritas pertama yang harus didahulukan.
Guru pembimbing SMP Keristen I Klaten
Terkait persiapan group musik tradisional yang akan maju ke tingkat Nasional Agsustus mendatang Kuncoro menandaskan semua prestasi yanag diperoleh saat ini adalah buah kerjasama yang baik dan hubungan yang harmonis antara guru pembimbing, siswa dan orang tua. Ketiga komponen ini menurut Kuncoro faktor utama suksesnya anak anak dalam berkarya di bidang seni.” Anaknya punya bakat dan kemauan, orang tua mendukung dan kami selaku guru membimbing mereka dengan segala kemampuan yang ada. Dan hasilnya bisa dirasakan bersama”, ujarnya.
Drs Kuncoro Kepala sekolah SMP Kristen I Klaten
Unjuk kebolehan anak anak SMP Kristen I Klaten ini memang patut diacungi jempol. Selain prestasinya yang memang luar biasa, apa yang mereka lakukan adalah wujud kecintaan mereka yang begitu tinggi terhadap kesenian tradisional kita yang mulai punah. Budaya Jawa serta nilai nilai adat ketimuran yang nyaris hilang tergerus budaya asing, seakan mendapat roh dan semangat baru, ketika anak anak yang masih belia ini memainkan seperangkat alat gamelan dengan cantik. Kini semua tergantung instansi terkait, akan sejauh mana perhatiannya terhadap budaya tradisional kita yang “sudah tidak memiliki generasi penerus ini”.

Yayasan Kristen Klaten yang berkiprah didunia pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMU telah menunjukkan eksistensinya yang begitu kuat terhadap budaya Jawa. Lewat bimbingan Bapak Edi Sulistiyanto yang tak lain Pemilik Amigo Group yang juga salah satu tokoh pendidikan Klaten, sekolah ini selalu mengajarkan adat budaya Jawa dalam setiap kegiatan di sekolah. Sehingga sekolah ini sering melakukan pentas seni klosal yang mengangkat tentang budaya Jawa, seperti ketoprak, Wayang orang, wayang kulit atau pagelaran mainan tradisional seperti gobak sodor, bentik dan lainnya.
Edy Amigo salah satu owner SMP, SD, TK, PAUD Kristen Klaten
Bagi sang pembina nguri - uri atau melestarikan budaya Jawa (tradisional) adalah kewajiban yang harus ditanamkan pada setiap generasi muda, agar nantinya anak cucu akan tetap bisa melihat pertunjukan ketoprak, wayang kulit atau jatilan di tanah Jawa. “ Prestasi anak anak adalah sesuatu yang membanggakan kita semua. Dan yang lebih utama, di usia dini mereka sudah punya rasa cinta dengan musik tradisional, yang tidak semua anak jaman sekarang mau mengenal alat tersebut. Sementara sekolah ini akan terus mengajarkan budaya Jawa”. Ujar Edy Amigo yang juga salah satu owner PAUD, TK, SD dan SMP Kristen Klaten. (get)      
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...