Lapor Polisi. Beli Sate Malah jadi Korban Pengeroyokan. Pelaku Terancam pasal 170

Ari korban pengeroyokan diterima petugas Polsek Jogonalan Klaten.
Klaten Mattanews.com -  Nasib apes dialami Ari Wibobo(21) warga dukuh Saraf, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Klaten Jawa Tengah. Berniat mau beli lawuh sekaligus jajan sate justru menjadi korban pengeroyokan dua pemuda tak dikenal. Korban menjadi bulan bulan dua pelaku tanpa ada yang berusaha melerai. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka memar disekujur kepala dan kening. Ditemani saudaranya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jogonalan, dan ke Rumah sakit untuk mendapatkan visum dokter.

Dihadapan petugas Polsek Jogonalan korban mengaku tidak kenal dengan dua pelaku. Dan saat itu dirinya tidak sempat melakukan perlawanan karena salah satu pelaku mendekap dan mencekik lehernya dari belakang. Sedang pelaku lain memukuli kepala dan keningnya. Setelah penjual sate dan dirinya berteriak minta tolong baru pelaku kabur meninggalkan dirinya.

“ Saya tidak kenal dengan pelaku dan tidak pernah merasa punya musuh. Tiba tiba pelaku datang dan tanpa basa basi langsung menghajar saya hingga babak belur. Beruntung penjual sate berteriak teriak minta tolong, akhirnya pelaku kabur. Akibat kejadian tersebut hingga saat ini kepala saya pusing, perut mual dan sesekali muntah”, ujarnya.

Saat itu Sabtu (20/6) sekitar pukul 19.00 malam, dirinya bermaksud makan sate dan membeli lawuh di belakang pabrik gula Gondang Baru. Kebetulan dia punya teman wanita yang rumahnya tidak jauh dari warung. Namun saat akan mampir kerumahnya Tika (teman wanitanya) tidak mengijinkan. Dirinyapun tidak jadi main dan hanya membeli sate. Namun beberapa saat kemudian tiba tiba datang pelaku yang belakangan diketahui pacar Tika yang langsung mengeroyok dan menghajar dirinya.

Sementara itu dari beberapa sumber dilapangan terungkap, pengeroyokan terhadap korban didasari rasa cemburu pelaku. Salah satu pelaku yang belakangan diketahui bernama Puguh (17) warga dukuh Ndukuhan, Desa Wonoboyo Jogonalan, adalah pacarnya Tika. Puguh cemburu dan tidak terima kekasihnya (Tika) warga Gondang Plawikan, Jogonalan didekati korban. Maka saat melihat korban tengah jajan sate didekat rumah pacarnya pelaku langsung menghampiri dan melakukan pengeroyokan.

Sedang Tika (16) saat ditemui dirumahnya mengakui jika Pelaku adalah teman lelakinya. Kepada Mattanews Tika mengaku tidak suka dengan Ari namun tidak menyangka jika Puguh temanya melakukan aksi senekad itu. “ Yang saya tahu yang melakukan penganiayaan salah satunya teman saya Puguh. Tapi lainya saya tidak kenal”, ujarnya.

Kapolsek Jogonalan AKP Nurwadi melalui Ka SPKT Polsek Jogonalan Aiptu Parwoto didampingi Aiptu Suyanto membenarkan adanya laporan pengeroyokan yang menimpa Ari warga dukuh Pesu, Desa saraf  Kecamatan Wedi Klaten. Laporan sudah diterima dan sudah dilakukan pemeriksaan.

“Petugas sudah menerima laporan korban dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan akan diteruskan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan pada pelaku berikut saksi saksi”, ujar Aiptu Parwoto. (tev)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...