Klaten Akan Bangun Ruang Publik Di Setiap Kecamatan. Taman Kota Overload

Taman kota klaten dulu bekas bioskop RITA
Klaten Mattanews.com – Kabupaten Klaten hingga saat ini masih kekurangan taman kota atau ruang terbuka publik. Dua ruang publik yang sudah ada yakni taman kota di pusat kota dan taman lampion di Desa Bareng Lor belum mampu menampung warga Klaten yang ingin bersantai dan bercengkrama dengan keluarga di waktu senggang. Jika hari Minggu atau libur taman kota sudah overload pengunjung. Sehingga perlu alternatif lain yakni membuat taman kota lainnya agar warga Klaten tidak perlu ke luar kota hanya untuk sekedar santai di sore hari.

“ Kita sudah merencanakan akan membuat taman kota di setiap kecamatan dan menambah beberapa ruang publik di sekitar kota. Harapan kita warga Klaten bisa menikmati keindahan kotanya sendiri tanpa harus pergi kelauar kota. Selama ini banyak warga Klaten yang sulit untuk mencari ruang rekreasi keluarga yang nyaman aman dan asri di sore hari. Jika ini bisa terwujud maka warga Klaten tak perlu lagi harus ke kota lain hanya untuk sekedar santai di sore hari”, demikian ditegaskan Kepala Bapeda Klaten Bambang “Balak” Sigit Sinugroho diruang kerjanya.
Bambang Sigit "Balak" Sinugroho Kepala Bapeda Klaten
Rencana yang sudah ada dan siap dikerjakan lanjut Bambang ialah pembangunan taman terbuka hijau atau hutan kota di Gergunung Klaten Utara. Ditanah seluas 5 hektar tersebut nantinya akan diberi beberapa fasilitas publik seperti jalan trek untuk para Manula, kolam ikan yang cukup besar dan fasilitas lain. sehingga bisa mengurangi kepadatan pengujung taman kota dihari libur.” Dengan dana sekitar Rp 1,6 milliar kita berharap tempat ini nantinya mampu menjadi alternatif warga Klaten yang suka rekreasi dialam terbuka yang penuh pepohonan”, ujarnya.

Selain di Gergunung pembangunan taman kota juga akan segera dibuat di bekas pasar Sapi Jatinom. Dengan dana sekitar Rp 400 juta diharapkan diatas tanah seluas 4000 meter persegi nantinya akan menjadi sebuah ruang terbuka yang dapat dimanfatkan untuk rekreasi warga dan tempat santai keluarga di sore hari atau hari libur.” Dua proyek ini akan dibangun tahun ini. Untuk wilayah lain kita masih menunggu kajian dan tentunya persetujuan, apakah niat baik ini disetujui atau malah ditolak”, ujar Bambang.

Dari investigasi lapangan, selama ini warga Klaten harus pergi keluar kota seperti Jogyakarta, Boyolali, Gunung Kidul atau Solo hanya untuk sekedar menghabiskan waktu sore hari bersama keluarga. Hal itu disebabkan Klaten memang tidak memiliki obyek wisata atau ruang terbuka publik yang dapat digunakan untuk rekreasi keluarga. Sehingga jika hari libur atau Hari Raya Idul Fitri banyak warga Klaten yang justru keluar kota untuk mencari hiburan. Keberadaan Taman kota yang baru saja dibangun tidak mampu menampung jumlah penduduk Klaten yang sudah mencapai angka 1,6 juta jiwa.     
Maka ketika Kepala Bapeda merencakan akan membangun dan membuat taman kota atau ruang terbuka publik disetiap ibu kota kecamatan perlu didukung sepenuhnya. Jika semua bisa terlaksana warga Klaten yang ada di daerah tak perlu repot repot lagi harus datang ke kota lagi hanya untuk sekedar santai bersama keluarga di sore hari.( tev/get)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...