Kapolres Klaten:Tindak tegas Ormas Yang lakukan Sweeping. MMI Nekad Lakukan Sweeping

Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo
Klaten Mattanews.com – Ribuan botol berisi miras dari berbagai merek seperti Vodka, Mansion, Drum, Congyang, Bir, dan puluhan gentong Ciu dimusnahkan oleh petugas Polres Klaten. Bertempat di halaman Pemkba Klaten Jawa Tengah, ribuan liter “air gendeng” dihancurkan dengan cara dilindas dengan walss (setum red). Diharapkan dengan pemusnahan minuman memabukkan ini, mampu mengurangi angka kriminalitas selama bulan puasa.


Selama bulan puasa aparat akan terus melakukan operasi pekat dan akan menerjunkan tim babat Pekat dan Raimas guna menciptakan suasana nyaman, aman dan kondusif selama bulan puasa. Tim ini akan melakukan patroli secara mobile hingga pelosok desa dibantu unsur lain seeperti, Resmob, IPP , Sabara dan Satlantas.” Kita ingin selama bulan puasa warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman, nyaman dan suasana yang kondusif”, demikian ditegaskan Kapolres Klaten AKPB Langgeng Purnomo usai mengikuti acara tersebut.

Pasukan Ranimas /babat Pekat Polrs Klaten

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo juga menghimbau kepada Ormas untuk tidak melaksanakan sweeping selama bulan Ramadhan. Petugas akan menindak tegas masyarakat atau ormas yang tetap melaksanakan sweeping. “Kita melarang langkah sweping yang dilakukan masyarakat atau ormas di Klaten. Kita utamakan langkah Prefentif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan sweping. Namun bila tetap melaksanakan sweping,  akan kita tindak tegas,” ujar Kapolres disela-sela acara pemusnahan miras di halaman Pemkab Klaten Jawa Tengah Selasa (16/6).



Lebih lanjut AKBP Langgeng, meminta peran aktif dari masyarakat untuk menyampaikan ke Polres Klaten bila tahu dan mendapatkan informasi terkait pekat (penyakit masyarakat) termasuk miras. “Kita lakukan langkah preventif bersinergi dengan TNI dan Satpol PP untuk melakukan patroli dan operasi pekat bersama selama Ramadhan. Untuk itu saya menghimbau masyarakat atau ormas memberikan informasi kepada petugas jika mendapatkan informasi terkait pekat. Jangan bertindak sendiri” tegasnya.

Ribuan Botol miras digilas setum

Sementara itu, Ketua Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Klaten  Bony Azwar mengungkapkan, memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, pihaknya akan tetap melakukan aksi sweeping. Namun ia mengaris bawahi bahwa sweeping yang ia gelar ini tindak mengunakan kekerasan. “Kami akan tetap melaksanakan sweeping tiap malam bila mendapatkan informasi terkait miras. Namun saya tekankan sweeping yang kami lakukan tidak mengunakan kekerasan. Kita memakai jalur dakwah dan akan kita serahkan kepada pengadilan,”ungkapnya.

Ketua MMI Klaten Bony
Lebih lanjut, Bony Azwar juga menyoroti Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten terkaait miras. Diperbolehkanya penjualan minuman dengan kadar alkohol dibawah 5% bisa di artikan seolah-olah “minum”  diperbolehkan. Dan ini menurut Bony membuat para penjual miras senang dan dapat angin.
Selain itu dirinya juga menyoroti banyaknya oknum aparat penegak hukum yang hingga saat ini masih menjadi becking peredaran Miras di Klaten. Selain itu dirinya cukup prihatin dengan jajaran penegak hukum lainya dimana para pelanggar tipiring khususnya penjual miras selalu divonis ringan dan denda uang dengan jumlah relatif kecil. “ Seharusnya ada tindakan yang berdampak pada efek jera, sehingga penjual miras tak berani lagi jualan minuman haram itu”. Tegasnya (ndi/get)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...