Jumlah KTP Kurang Polo Dirgantara Akhirnya Gagal Maju Pilkada Klaten. Rp 3,5 M Muspro

Polo Dirgantara Calon Bupati Independen
Klaten Mattanews.com – Setelah melalui pendataan serta pemeriksaan administrasi kelengkapan persyaratan, Pasangan bakal calon bupati Klaten dari jalur independent  Polo Dirgantara akhirnya gagal lolos menjadi calon Bupati Jawa Tengah Priode tahun 2015 - 2020. Dalam penghitungan alat kelengkapan seperti KTP sebagai ketentuan baku jalur independen, K.R.A.T Supo Hadinegoro (Polo Dirgantara) ternyata hanya mampu menyerahkan 4.928 foto kopi KTP. Dengan demikian dari 2 calon independen yang maju Pilkada Klaten hanya pasangan Mastafid dan Sri Harmanto yang lolos ferifikasi awal.

Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas KPUD Klaten, Yuyun Sri Agung,P, SSTP, M.Si saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan syarat dukungan KTP Pasangan Polo Dirgantara-Joko Suyono tidak memenuhi syarat minimal. Setelah dihitung sampai jam 11 malam, Keduanya hanya menyerahkan 4.928 dukungan KTP. “Pasangan Pak Polo dan Pak Joko hanya menyerahkan 4.928 dukungan poto kopi KTP, jadi pasangan tersebut tidak memenuhi syarat untuk maju di Pilkada melalui jalur independen,” jelas Yuyun di ruang kerjanya Selasa (16/6).
Saat pemeriksaan berkas KTP dikantor KPUD Klaten
Hal tersebut dibenarkan ketua Komisi Pemilihan Pemilu Kabupaten Klaten, Siti Farida yang mengatakan pasangan Polo Dirgantara dan Joo Suyono gagal maju sebagai calon Bupati lewat jalur independen. “ Setelah kita lakukan penghitungan sampai selesai ternyata jumlah dukungan pasangan Pak Polo – Pak Joko belum memenuhi jumlah minimal yaang ditentukan yakni 82.861 KTP. Dengan demikian beliau kita nyatakan gugur dan secepatnya KPUD Klaten akan memberikan surat pemberitahuan. Hari ini kami akan mengirim pemeritahuan surat keputusan tidak memenuhi syarat pada beliau”. Tandas Siti Farida.

Sementara menyikapi kegagalannya masuk bursa Pilkada 2015, Polo Dirgantara mengaku ikhlas dan lapang dada. Mantan Kepala Desa Taji, Prambanan tersebut mengaku sebenarnya mempunyai dukungan KTP lebih dari 375 ribu, tapi karena terjadi salah persepsi dan mis komunikasi, sekitar 375 ribu KTP tidak terakomodir dan tidak bisa digunakan.

“ pengertian saya masih ada waktu bagi kami untuk melakukan perbaikan persyaratan, tapi ternyata tidak. Aturan memang mengharuskan bagi calon yang maju lewat jalur independen hari itu juga semua harus selesai di KPU. Padahal masih banyak KTP warga yang sudah menyatakan dukunganya pada kami dan setumpuk KTP tersebut tidak kami bawa semua”, ujarnya.

Walau gagal maju sedbagai Calon Bupati Polo mengaku tetp bangga dan bersyukur karena telah mewarnaai jagad politik di Klaten dan ambil bagian dari pesta rakyat ini. Apa yang terjadi menurutnya sebuah pengalaman berharga yang akan menambah wawasan serta kedewasaanya dalam berpolitik dan berkebaangsaan.

“ Semua sudah terjadi dan tak ada yang perlu disesali. Saya bersyukur dan bahagian karena semua yang saya lakukan adalah amanah dalam memberi sumbang sih pemikiran bagi Klaten. Dan walaupun gagal saya akan tetap menjadi warga Klaten yang baik dan siap mendukung dan membantu membangun Klaten siapapun yang kelak Bupatinya”, ujarnya.

Sementara itu beberapa sumber mengatakan dalam proses pencalonan Polo Dirgantara yang dilakukan sejak Januari lalu telah menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 milliar. Dana tersebut digunakan tim suksesnya dalam melakukan sosialisasi serta penggalangan KTP pendukung. Namun sayang kerja keras dan niat baik mantan Kepala Desa Taji ini kurang diimbangi dengan kerja tim yang kompak, jeli dan teliti. (ndi/get)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...