Juli 2015 Pasar Srago Klaten Dibangun Dengan dana Rp 5,5 Milliar

Pasar Srago Kumuh dan Semrawut

Klaten Mattanews.com -  Satu lagi pasar tradisonal di Klaten Jawa Tengah direvitalisasi. Kali ini yang mendapat giliran dibangun pasar Srago, Klaten Tengah. Pasar yang dikenal sebagai pasar induknya kota Klaten ini rencananya akan dibangun dengan dana Rp 5,5 milliar, berasal dari APBD I Rp 1 milliar dan APBD II sebesar Rp 4,5 milliar. Diharapkan dengan dibangunnya pasar Srago akan meningkatkan target pendapatan dan dapat menampung lebih banyak pedagang.

Rencana pembangunan pasar Srago yang memang sudah tidak layak pakai ini, mendapat respon positif warga sekitar dan para pedagang. Mereka menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kelancaran pembangunan pasar. Hal tersebut terungkap saat dilakukan sosialisasi pembangunan pasar oleh Disperindagkop dan UKM Klaten yang langsung dipimpin Kepalanya Sugeng Hariyanto, diaula Balai Desa Mojayan, Klaten Tengah Selasa(16/6).
Pedagang saat menerima pengarahan dari Disperindagkop Klaten
“Atas nama pedagang dan warga sekitar kami menyambut baik rencana pemerintah membangun pasar ini. Kami hanya berharap dalam penempatan pedagang di pasar darurat dan pembagian kios dan lapak pedagang nantinya berjalan lancar sesuai aturan dan mekanisme yang ada tidak ada permainan yang dilakukan oknum pejabat pasar”, ujar salah satu pedagang.
Agus Komandan Pasar Srago Klaten
Kepala Pasar Srago Agus menjelaskan saat ini jumlah pedagang pasar Srago mencapai 497 dengan jumlah kios sebanyak 103 dan 13 los. Dari jumlah tersebut ditambah 3 pasar lainya target pendapatan tahun 2015 sekitar Rp 228.126.000. Jumlah tersebut naik sekitar 4 persen dari target pendapatan tahun lalu. Pasar ini beroprasi 24 jam nonstop dari pagi hingga pagi. Malam dan pagi hari para pedagang luar kota memasok dagangannya ke pasar ini untuk kemudian didistribusikan ke pasar lainnya.

Berkaitan dengan pembangunan pasar Juli mendatang, Agus menegaskan saat ini sudah dipersiapkan lahan pasar darurat bagi pedagang yang letaknya hanya berjarak sekitar 20 meter dari pasar lama. Pasar darurat akan dibangun diatas lapangan milik Desa Mojayan dan mampu menampung semua pedagang yang ada.” Kami berharap para pedagang bisa mematuhi semua aturan dan kebijakan yang diambil pemerintah dalam hal ini Dinas Disperindagkop, agar supaya dalam proses pemindahan pedagang dari pasar lama ke pasar darurat tidak ada kendala dan berjalan lancar”, ujar Agus.        
Sugeng Hariyanto Kepala Disperindagkop Klaten
Kepala Disperindagkop Klaten Sugeng Hariyano kepada Mattanews menegaskan pembangunan pasar Srago memang sudah saatnya dilakukan. Karena selain kondisinya sudah memperihatinkan, keberadaan pasar yang sekarang sudah tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. Sehingga banyak pedagang yang terpaksa jualan dipinggir jalan dan sangat mengganggu lalu lintas.
Pengarahan pedagang oleh unsur terkait
“Pemerintah berharap setelah dibangun semua pedagang mampu tertampung dan target pendapatan meningkat, sekaligus meningkatkan pendapatan para pedagang itu sendiri. Kedepan pasar Srago yag dikenal sebagai pasar transit atau pasar induknya Klaten dapat berkembang dengan aktivitas 24 jam non stop seperti yang sudah berjalan saat ini dan mampu menggerakkan perekonomian di Klaten” tegasnya. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...