Jembatan Timbang Manisrenggo Beroprasi Harga Pasir di Klaten Melambung.

Bambang Giyanto Kepala Dishub Klaten
Klaten Mattanews.com – Sebuah jembatan timbang (Pos pengendalian muatan galian C) telah selesai dibangun dan mulai diporasikan. Diharapkan dengan mulai beroprasinya jembatan tersebut yang ada di bekas terminal bus Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah, mampu menekan angka kerusakan jalan di Klaten yang disebabkan kelebihan muatan (overload) angkutan truk golongan C.

“Setelah jembatan ini dioprasikan, akan disusul dengan jembatan berikutnya yang kini sedang dalam proses pembangunan. Jembatan yang ada di Desa Mipitan, Kecamatan Kemalang Klaten nantinya akan memantau angkutan muatan galian C yang berasal dari arah Tegal Mulyo, Kaliworo, Sidorejo dan Gendol”, demikian ditegaskan Kepala Dishub Klaten Bambang Giyanto didampingi Sekretaris Dishub Sudi Harsono.

Pembangunan jembatan timbang dengan sasaran truk angkutan galian C, memang sudah saatnya dibangun di dua wilayah tersebut, karena selama ini hampir smua truk pengangkut matrial melebihi berat yang ditentukan. Hasil pantauan selama ini rata rata tiap truk yang melintas di jalan DPU kelas III di Klaten beratnya mencapai 10 hingga 12 ton. Padahal berat yang diijinkan hanya 5 sampai 7 ton.

Menurut Bambang truk galian C yang melintas di wilayah Klaten rata rata setiap harinya mencapai 1500 unit. Sedang berat matrial yang meraka bawa kisaran 7 sampai 9 Ton. Sehingga jika ditambah dengan berat kendaraan sekitar 3 sampai 4 ton, maka berat keseluruhan mencapai 13 ton. Padahal kondisi jalan di Klaten hampir semuanya masih dilevel kelas III yang hanya mampu dilalui oleh kendaraan truk atau colt diesel dengan kekuatan maksimal 7 sampai 8 ton.

”Kita berharap dengan dibangunya timbangan ini, maka berat  muatan dapat kita pantau. Sehingga jika ini berjalan sesaui mekanisme dan aturan yang ada, maka kerusakan jalan di Klaten, khususnya jalan yang dilewati truk galian C, dapat ditekan seminim mungkin.”, tegasnya.  

Total tenaga yang akan mengawal pengawsan timbangan berjumlah 40 orang yang dibagi menjadi 2 shif. Jika sudah berjalan normal akan ada pengawasan selama 2 jam nonstop. Selain petugas dari Perhubungan akan ikut melakukan pengawasan dari unsur Polri. Satlantas akan menindak yang berkaitan dengan pelanggaran kendaraan dan perhugungan menindak jika ada pelanggaran kelebihan muatan. Disini Petugas Perhubungan bisa menyita buku kir atau menurunkan muatan ditempat. 

Sementara itu akibat beroprasinya jembatan timbang di Manisrenggo harga pasir dipasaran melambung tinggi. Harga satu rit pasir yang biasanya hanya Rp 700 sampai Rp 900 ribu/truk kini mencapai Rp 1.400.000/truk. Sedang harga pasir eceran yang semula Rp 100 ribu/colt T kini naik menjadi Rp 250 ribu/ colt. Kenaikan disebabkan harga dari tempatnya mahal, ditambah barang dipasaran terbatas.(tev)
   
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...