Drs. H. Anang Widayaka Dan KPK Senasib Tapi Berbeda

Drs.H.Anang Widayaka Ketua DPD Golkar Klaten Jawa Tengah
Klaten Mattanews.com -  Anang Widayaka dan KPK jelas beda dan jauh berbeda. Anang Widayaka adalah tokoh politikus senior di Klaten yang dikenal handal dengan jam terbang tinggi. Kemampuan dan kepiawaian Anang dalam segala aspek disiplin ilmu, pemerintahan dan politik sudah tidak diragukan lagi. Berorganisasi sejak masih duduk di bangku SMA, terjun ke dunia politik sejak tahun 1990, membuat dia matang dalam berpolitik, berorganisasi dan tata kelola pemerintahan. Namun sayang tokoh sekaliber dan secerdas ini justru banyak dimusuhi oleh para birokrat, politisi dan tokoh yang merasaa terganggu dengn keberadaan beliaau. Sehingga sulit dihitung lagi berapa kali Ketua DPD Golkar Klaten ini  disingkirkan dan “dibunuh” dari peredarannya di Klaten.

Demikian pula halnya dengan KPK. Sebuah lembaga anti korupsi yang begitu digadang gadang dan menjadi tumpuan akhir masyarakat Indonesia dalam pemberantasan korupsi, selalu dikoyak, “dilemahkan”,dikerdilkan dan dibonsai segala kewenangannya. Siapa pelaku jelas susah bisa ditebak. Meraka adalah tangan panjang para oknum pejabat yang juga pemain, para bandar, sindikat dan pengusaha, yang tidak ingin bisnis “Legal”nya diganggu dengan kehadiran KPK. Maka tak heran Berbagai upaya terus dicari guna menghabisi semua gigi KPK hingga tak beramunisi. Lihat berapa banyak pimpinan KPK yang di KRIMINALISASI terakhir ada upaya revisi UU KPK. Semua tujuannya satu, Jangan sampai KPK Tumbuh besar dan eksis di bumi pertiwi tercinta ini.

Perjalanan karier sosok Anang Wdayaka tak jauh bebeda dengan KPK. Tokoh yang dianggap sangat memebahayakan para oknum pejabat di Klaten yang suka bermain, dan para politisi yang suka jadi “rampok” anggaran APBD, merasa risih dan takut jika sang ketua DPD Golkar Klaten ini tetap eksis di dunia politik apalagi jadi orang nomor satu di Klaten. Mereka sangat tidak ingin ketua Pramuka Klaten ini ada dibumi Klaten. Karena mereka tahu, Anang sudah terlalu tahu tentang Klaten. Baik birokrasi pemerintahan di Klaten, tentang manejemen keuangan Pemda Klaten, mekanisme tata kelola pemerintahan dan kebijakan pejabatnya hingga masalah berasa besar dan APBD yang berpihak pada rakyat. Dan ini bagi kelangsungan “BISNIS” mereka sesuatu yang “AMAT SANGAT MEMBAHAYAKAN”.

Maka tak heran nasib Anang Widayakapun sama seperti KPK. Selalu dihujat, disingkirkan dan kalau bisa “Dibunuh” dan disingkirkan dari Klaten. Bahkan ada yang berani membayar banyak membiayai kepindahan Anang berikut pesangon dan uang jaminan jika yang bersangkutan mau bedol desa dari Klaten. Berkali kali ktua Golkar ini “dikerjain” oleh anak buahnya sendiri dalam event politik. Seperti Pemilu, Pilkada dan kegiatan lainnya.

Misalnya dalam Pilkada 2010 kemarin. Sangat tidak masuk akal Anang yang nota bene ketua DPD Golkar Klaten, dengan pendidikan dan pengalaman sudah terbukti dan terbukti, harus “tunduk dan hormat” pada sosok Agus Menco yang diduga jenjang pendidikannya tidak jelas dan bukan orang partai. Anak kemarin sore dalam percaturan politik dan pemerintahan dengan pendidikan SMP justru mendapat rekomendasi maju Bupati, mengalahkan sang ketua Golkar. Ini Bukti dagelan Kuncung Bawuk yang memang sudah disekenario untuk menghancurkan Anang. Termasuk saat pelaksaan Pemilu kemarin.

Kini jelang Pilkada Klaten yang akan digelar Desember mendatang hal sama juga terjadi pada diri Anang. Saat ini ada gerakan dari lawan politik dan para “penguasa” serta oknum pejabat yang telah menggalang dan mengatur siasat agar ketua Golkar Klaten ini tidak bisa maju nyalon Bupati atau wakil Bupati Klaten di Pilkada nanti. Bagi lawan politik sosok Anang adalah musuh besar yang sulit dikalahkan. Sementara bagi para oknum birokrat dan politisi di Klaten yang “suka bermain anggaran dan proyek” kedatangan Anang hal menakutkan yang bisa mengancam bisnis dan jaringannya. Maka apapun caranya dan berapapun beayanya akan mereka lakukan, demi menggajal Anang agar tidak bisa berbuat banyak di Pilkada Klaten. " Terlalu banyak Anang tahu tentang Klaten maka harus disingkirkan karena membahayakan kita".

Itulah Anang dan KPK, walau berbeda namun nasibnya nyaris sama. Sama sama ingin membangun negeri ini agar bisa bebas dari korupsi dan mafia, justru banyak dimusuhi banyak pihak. Nyawa dan karierpun jadi taruhannya. Namun semua kita kembalikan pada rakyat Indonesia dan warga Klaten. Tega dan relakah orang orang atau lembaga seperti itu harus “musnah atau dimusnahkan” oleh koruptor dan mafia. Mari kita merenung, istifar, sadar, melek dan berfikir jernih dalam memilih pemimpin Klaten ke depan dalam Pilkada yang akan di gelar 9 Desemeber mendatang.  Sudah saatnya kita berpikir jauh kedepan demi kelangsungan masa depan anak cucu kita. PR kita mengapa orang orang yang getol berjuang untuk kebaikan dan menegakkan hukum dan aturan justru selalu dimusuhi. (get/no)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...