Banyak Wartawan Tak Hadir Dalam Acara Buka Bersama Satlantas Polres Klaten Bersama Anak yatim Dan Wartawan.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Kemas Indra N.SH.SIK
Klaten Mattanews.com - Bertempat di Masjid Mapolres Klaten Satlantas Polres Klaten Jawa Tengah mengelar acara buka puasa bersama dengan anak yatim piatu dan awak media yang bertugas di Klaten. Cara yang dipimpin langsung Kasat lantas Polres Klaten AKP Kemas Indra N.SH.SIK berjalan khitmad dan lancar. Tampil sebagai pemberi tausiah kultum Kyai Haji Aiptu Dasimin yang juga anggota Satlantas Polres Klaten. Namun sayang acara yang seharusnya juga bisa dijadikan ajang silahturohim anggota Lantas dan wartawan terasa hambar karena banyak sekali wartawan dari berbagai media yang tidak hadir.

Aiptu Dasimin daam tausiahnya menekankan pentingnya kita bersyukur dan menahan segala nafsu dan keinginan selama bulan Romadhon. Karena hanya dengan cara itu kita terlatih untuk menjadi manusia yang lebih bijak, mampu berfikir positif dan menjadikan kita sebagai manusia yang lebih beriman, sehingga tak mudah tergoda dengan kesenangan dan kenikmatan semu yang terkadang akan menyesatkan manusia.
Buka bersama Kasat dan anak yatim
Sementara Kasat Lantas Polres Klatrn AKP Kemas Indra N.SH.SIK mengatakan acara buka puasa digelar dalam rangka meningkatkan kerukunan tali silaturohim antara satuan lantas degan telan rekan wartawan yang bertugas di Klaten. Selain itu Satlantas juga ingin beragi dengan para anak yatim di Klaten.

“Kita ingin ada kerjasama dan tali silaturohim yang baik antara petugas degan waka media, sehingga tercipta kondisi kerja yang harmonis dan saling menunjang. Sementara kita juga mengajak anak anak yatim untuk berbagi, agar mereka lebih semangat dan percaya diri karena mereka tidak sendiri dan punya banyak saudara, sehingga tidak putus asa dalam menggapai asa”, ujar kasat.
Demi berita ngelesotpun dilakoni para awak media Klaten
Sementara terkait banyaknya wartawan yang tidak hadir dalam acara tersebut, setelah dilakukan beberapa cros cek ke beberapa wartawan di klaten, ternyata mereka yang tidak datang karena memang tidak tahu dan tidak pernah merasa diundang untuk buka puasa bersama Satlantas Klaten. Sementara pihak Satlantas mengaku sudah mengundang semua wartawan di Klaten lewat seorang “koordinator”.
Bahkan ada beberapa wartawan yang datang ke acara hanya karena kebetulan atau diajak oleh teman. “ Jujur mas saya anggak tahu kalau ada acara buka bersama, karena saya tidak pernah mendapat undangan. Saya datang karena diajak petugas yang kebetulan baik dengan saya. Dan bagi saya dan rekan rekan yang lain hal ini sudah biasa, karena selama ini hal tersebut sering dilakukan oleh para oknum”, ujar salah satu wartawan.

Menanggapi kejadian tersebut salah satu wartawan di Klaten menegaskan, jika selama ini di Klaten tidak ada yang namanya koordinator atau sesepuh wartawan. Sehingga jika ada oknum wartawan yang mengaku sebagai koordinator atau ketua wartawan di Klaten adalah tidak benar. Karena sampai saat ini tidak ada satupun tokoh wartawan di Klaten yang mampu dijadikan tokoh panutan. Akibatnya kondisi wartawan di Klaten saat ini terbelah jadi beberapa kubu.
Tampak semangat dan bisa ketawa setelah dapat jatah ransum
“ Tidak ada ketua koordinator wartawan di Klaten. Jik ada orang mengaku koordinator itu bohong dan hanya ingin mencari keuntungan pribadi dengan mengatas namakan wartawan. Untuk itu saya ingatkan pada semua instansi, perusahaan dan masyarakat, agar berhati hati jika ada oknum yang mengaku koordinator dan bisa bisa mengkoordinir wartawan. Jangan mudah percaya dengan orang yang suka mengaku sebagai wartawan atau koordinator wartawan Klaten. Jika ingin bertemu wartawan langsung saja menghubungi yang bersangkutan.”, tegasnya.

Sementara itu salah satu mantan wartawan sepuh yang pernah bertugas di Klaten sangat menyayangkan dengan kondisi dan perilaku beberapa oknum wartawan yang bertugas di Klaten saat ini. Menurutnya dari pengalaman yang sudah sudah jika ada oknum wartawan berperilaku seperti itu, biasanya kualitas kinerjanya justru diragukan. Umunya mereka hanya numpang nampang sebagai wartawan untuk kepentingan pribadi. " Jaman sekarang kok masih ada wartawan model kayak gitu. Apa nggak malu", ujarnya. (get)   
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...