TK Kristen Kridawita Klaten Maju Tingkat Nasional Lomba Sekolah Sehat. Tak Ada Sepatu di Ruang Kelas.

TK Kristen Kridawita Klaten Jawa Tengah Maju Tingkat Nasional loma Sekolah Sehat
Klaten mattanews.com – Satu lagi sebuah prestasi membanggakan dalam dunia pendidikan diraih sebuah sekolah TK (Taman kanak kanak) dari Klaten, Jawa Tengah. TK Kristen Kridawita yang terletak di jalan Seruni Klaten berhak maju tingkat Nasional mewakili Jawa Tengah. Hari ini  Jum’at (30/5) tim yuri penilai dari Jakarta akan datang ke TK tersebut guna melakukan penilaian.

Kepala UPTD Pendidikan Klaten tengah M.H. Isnaeni menjelaskan terpilihnya TK Kridawita karena sekaolah tersebut memang memiliki banayak keunggulan dibanding TK yang ada di Klaten dan berhasil mengalahkan seluruh TK yang ada di Klaten dan menyisihkan TK dari 36 Kabupaten dan kota madya se Jawa Tengah.
H.M Isnaeni Ka UPTD Kota Dan Edi S Peyandang dana Sekolah
“TK Kristen Kridawita memang layak tampil dan mewakili Jawa Tengah, karena memiliki banyak prestasi dan keunggulan dibanding TK yang ada. Sistim belajar mengajar, fasilitas, prestasi anak, kebersihan dan kesehatan sekolah memang diatas rata rata sekolah lain. Sehingga sekolah tersebut memang layak tampil ditingkat Nasional dan saya optimis TK Kristen Kridawita akan mampu tampil sebagai juara”, tegasnya

Dalam lomba sekolah sehat lanjut Isnaeni, materi penilaian meliputi semua kegiatan penyelenggaraan pendidikan, lingkungan, administrasi, perilaku, dimana sekolah tersebut mampu menciptakan dan mewujudkan iklim belajar mengajar yang kondusif, aman, nyaman daan sehat lingkungan. Baik bagi para siswa, guru, orang tua murid dan lingkungan sekitar. Sehingga anak mampu belajar dan mengembangkan kreatifitasnya dengan baik dan ter arah.” Kedepan semua sekolah di Klaten kita arahkan menjadi sekolah Go Green yakni, menuju sekolah sehat”, ujarnya
Suasana ruang kelas sentra balok
Sementara itu kepala sekolah TK Kristen Kridawita Dewi Purwaningtyas S.Pd menjelaskan sekolah yang dipimpinnya tidak lagi menegetrapkan sekolah dengan sistim kelas ikal namun dengan pola atau sistem Sentra. Dimana didalam ruang kelas meja kursi sudah bukan perangkat baku untuk proses belajar mengajar. Ruang kelas di desain dengan alas karpet dan Sapras penunjang pendidikan yang komplit. Sehingga anak bisa belajar bebas dalam mengembangkan imajinasi dan kreatifitasnya, dimana satu guru punya kewajiban mengawasi 12 siswa.

Masuk lingkungan sekolah dan masuk kelas, semua alas kaki harus dilepas. Baik siswa maupun guru pengajar. Ini merupakan tata tertib guna membiasakan anak anak hidup sehat dan bersih, guna menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman untuk anak.” Dalam proses belajar mengajar, dalam kelas anak tidak harus duduk dikursi dan menerima pelajaran dari guru. Tapi disini anak anak diwajibkan belajar sendiri dengan bimbingan guru yang bertugas mengawasi dan mengarahkan. Sehingga suasana kelas benar benar hidup, anakpun bisa belajar dengan baik”, ujarnya.
Dewi Purwaningtyas SPd Kep Sek TK Kristen Kridawita
Guna memacu anak tumbuh kreatif, cekatan, pandai dan mandiri, menurut Kepala sekolah pihaknya mengetrapkan 6 sentra dalam metode pengajarannya. Pertama sentra balok, sentra peran, sentra seni, sentra persiapan mengajarkan dan mengenal huruf dan membaca, sentra bahan alam dan terakhir sentra cooking atau memasak. Disisni setip hari anak selalu berganti sentra. Misalnya jika hari ini siswa ada disentra balok, maka besok dia akan masuk ke sentra peran. Dan seterusnya hingga setiap siswa dalam seminggu akan mengikuti 6 sentra. Sementara seorang guru setiap hari harus mampu menyediakan minimal 7 main baru untuk anak didiknya.
Suasana dalam sekolahan tampak bersih dan asri
Sedang untuk mendidik anak agar memiliki sifat disiplin tinggi dan memiliki pola pikir yang sehat dan bersih, sekolah selalu melakukan berbagai kegiatan. Misalnya pemeriksaan kuku seminggu, Kesiapan phisik sebelum prose belajar, membiasakan anak slalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, pemeriksaan kesehatan setahun 2 kali bekerja sama dengan RS Cakra, serta penerapan makan sayur.” Semua ini kami lakukan agar anak anak punya jiwa mandiri, rasa tanggung jawab, terbiasa dengan pola hidup yang bersih dan sehat dan cerdas”, ujarnya.(tev/now/ndi)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...