SMA Negeri I Klaten Jawa Tengah, Cari 10 Siswa Berprestasi Untuk Belajar Gratis.

Kawit Sudiyono Kepsek SMAN I Klaten

Klaten mattanews.com -  SMA Negeri I sejak dulu dikenal sebagai Best Of The Bestnya SMU di Klaten. Selain mutu dan kualitas belajarnya yang memang dapat dibanggakan, Sekolah ini sejak dulu dikenal sebagai sekolahanya anak piyayi atau orang gedongan. Sehingga stigma menempuh pendidikan di SMA Negeri I Klaten beayanya mahal hingga kini masih kental melekat.

“Saya menyadari predikat itu hingga saat ini memang masih melekat di sekolah ini. Tapi tidak semuanya benar. Karena di sekolah ini juga telah banyak membebaskan siswanya dari beaya belajar mengajar sejak masuk hingga lulus sekolah. Dan untuk tahun ajaran baru ini kita justru mencari siswa yang memiliki nilai baik atau diatas rata-rata, untuk kita gratiskan beaya pendidikanya. Dengan catatan dia berasal dari keluarga yang kurang beruntung dan tidak mampu melanjutkan sekolah tapi memiliki nilai prestasi yang bisa dibanggakan”, demikian ditegaskan kepala Sekolah SMA Negeri I Klaten, Jawa Tengah Kawit Sudiyono diruang kerjanya Sabtu ( 23/5)
Guru Piket dengan latar belakang ratusan piala bukti prestasi siswa.
Menurut Kawit Untuk tahun ajaran kemarin siswa yang dibebaskan dana oprasional ada 88 siswa.  Yang dibantu 25% ada 59 siswa, yang dibantu 50% ada 85 siswa dan yang dibantu 75% ada 59 siswa. Untuk tahun lalu lewat dana BOS pihaknya juga telah membebaskan SPP bagi 200 siswa. Untuk tahun ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah yang akan mendapat bantuan keringanan beaya oprasional sekolah, namun dipastikan akan meningkat dibanding tahun lalu. Sekolah akan berupaya mencari cara lain agar mampu meringankan siswa yang benar benar membutuhkan.
Gedung Megah SMAN I Klaten yang dulu bernama SMA Padmawijaya
Menurut Kawit, tidak serta merta siswa dari keluarga kurang beruntung dibebaskan darai semua beaya. Sekolah memberi keringanan untuk beaya oprasional atau kalau dulu disebut SPP. Sedang untuk beaya pembangunan dan personal siswa tetap harus membayar. Hanya saja lanjut Kawit akan ada kebijakan yang harus disikapi bagi siswa pemegang kartu miskin.

“Pada intinya kita tetap akan membantu siswa semaksimal mungkin agar anak bisa tetap sekolah. Kami dari sekolah akan berupaya mencarikan dana dan solusi agar siswa bisa terus belajar hingga memang ijasah kelulusan dari sini. Sebuah kebanggan dan rasa syukur tersendiri bagi sekolah ini bisa membantu siswa yang kurang mampu. Dan kita membantu tidak terbatas hanya 10 anak. 10 anak yang saya maksud adalah yang langsung bisa masuk ke sekolah ini pada tahun ajaran baru nanti, dengan catatan memiliki nilai danem dan prestasi yang tinggi ”, tegasnya.

Tahun ajaran baru nanti SMA Negeri I Klaten akan membuka pendaftaran siswa baru mulai tanggal 23 Juni. Direncakanan sekolah ini akan menyediakan 9 kelas jurusan IPA dan 2 kelas jurusan IPS. Dan akan menerima sekitar 352 siswa baru. (get/tev)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...