SMA Negeri I Klaten Duduki Rangking 7 Se Jawa Tengah.

Kepala Sekolah SMA Negri I Kawit Sudiyono
Klaten mattanews.com - Dalam apel pasca penyerahan hasil kelulusan, Kepala Sekolah SMA N 1 Klaten, Kawit menghimbau anak didiknya Untuk tidak banyak melakukan hura hura namun secepatnya menyiapkan diri untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Yakni masuk ke akademi dmi menuntut ilmu.  “Hari ini adalah awal perjuangan baru untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu saya minta untuk tidak melakukan hura-hura secara berlebihan. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar,” demikian ditegaskan kawit dihadapan siswanya yang sebentar lagi akan segera mengakiri tugas belajarnya di SMA Negeri 1 selama 3 tahun.
Siswa SMA Negeri I Klaten saat ikuti apel
Terkait hasil kelulusan pada penyelenggaran ujian akhir kali ini Kepada mattanews Kawit menjelaskan  kelulusan di SMA 1 Klaten 100 %. Dari 1300 Sekolah menengah atas dan sederajad yang ada di Jawa Tengah, SMA N 1 Klaten menempati Rangking 7. Untuk hasil dari mata pelajaran IPS meraih rangking 23,  Bahasa Indonesia rangking 3,  Matematika dan IPA rangking 3, Kimia rangking 2. Sebanyak 150an lulusan SMA 1 Klaten diterima langsung diberbagai perguruan tinggi negeri dan 23 diantaranya bebas biaya kuliah sampai selesai. “Ini sebuah prestasi yang patut dibanggakan dan bukti SMA 1 Klaten masih menjadi barometer pendidikan di Klaten”, ujarnya.

Sementara perihal rencana anak didiknya yang akan melakukan bhakti sosial pasca pengumuman, Kawit mengaku tidak tau persis. “Ini murni dari anak-anak. Setelah lulusan anak-anak akan melakukan bhakti sosial. Sampai detik ini masih dirahasiakan perihal bentuk bhakti sosialnya. Mereka Cuma menyampaikan akan melakukan bhakti sosial,” jelas Kawit.
Aksi sosial sembako siswa SMA Negeri I Klaten
Tepat setelah acara pengumuman kelulusan selesai, terlihat siswa-siswi SMA 1 Klaten mengeluarkan beberapa barang yang dibungkus plastik hitam dari dalam suatu ruang kelas. Ketika ditanya, Bagus salah satu siswa dari sekolah itu menjelaskan bahwa dia dan teman-temanya menyiapkan sembako untuk dibagi-bagikan ke warga sekitar sekolah. “Ini mau dibagi-bagikan ke warga sekitar. Isinya beras, gula pasir, mie instan, teh, telur dan lain-lain. Dan ini dibeli dari uang patungan siswa-siswi SMA 1 Klaten,”ungkap Bagus. Setelah itu dibawah hujan yang mengguyur, para pelajar yang baru lulus itu membagikan bungkusan sembako ke warga sekitar.

Sementara Suasana lain nampak di SMK N 3 Klaten. Sekolah yang letaknya berdampingan tersebut menyambut  pengumuman kelulusan denagan melakukan ritual corat-coret seragam. Ironisnya kejadian itu dilakukan di lingkungan sekolahan. Dipojokan hotel sekolah tersebut nampak beberapa pelajar menyemprotkan pilox dan membubuhkan tanda tangan ke seragam yang masih dipakainya.
aksi coret baju siswi SMK Negeri III Klaten
Yuningsih, Waka Kurikulum SMK N 3 Klaten kepada mattanews menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah menghimbau anak didiknya untuk tidak melakukan corat-coret baju. “Kami sudah menghimbau untuk tidak-corat coret baju setelah pengumuman kelulusan. Tapi kan namanya anak-anak mas, mau gimana lagi,”ungkap Yuningsih.(ndi/get/tev)
 

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...