Rp 900 juta Untuk renovasi pasar senggol Klaten.

Kepala Desa Drono Sutardianto
Klaten mattanews.com - Kondisi pasar tradisional Senggol di Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai rusak. Beberapa atap bolong dan genting banyak yang pecah. Sementara tembok dan bangunan laainya sudah banyak yang keropos dan tambal sulam. Terkait hal tersebut, Kepala Lurah Pasar Senggol, Suroso telah mengajukan anggaran guna  membangun pasar tradisional Senggol. Ajuan sudah dikirim ke Pemda dan alhamdullilah sudah mendapat lampu hijau dan ada anggaran sekitar Rp 900 juta guna pembeayaan rehab pasar senggol.


“Kita sudah mengajukan usulan kepada Pemda agar mau memperhatikaan dan merenovasi pasar tradisional di Drono. Dan permohonan tersebut telah disetujui dengan besaran dan sebesar Rp 900 juta. Namun kapan kepastian dana itu cair dan renovasi pasar mulai dilakukan kita masih menunggu arahan dari Pemda”, Ujar Suroso.

Pasar Senggol hanya memiliki seluas 600 meter,  24 kios dan hanya memiliki 75 pedagang satu kios mengalami rusak parah dan kini. Pasar tradisional yang berada tepat dipinggir jalan di dukuh Miri Drono ini dulunya pasar yang dikelola Pemda. Namun karena berbagai pertimbangan akhirnya pasar yang buka pagi dan tutup siang hari ini  diserahkan kepihak desa setempat. Karena kerusakan sudah cukup parah maka jika  musim hujan pasar Senggol ini pada bocor, sehingga banyak kios dan pedagang  tutup karena bocor daan banjir.

Kepala Desa Drono, Sutardianto mengutarakan, pasar desa merupakan urat nadi perputaran perekonomian masyarakat Desa Drono dan sekitarnya. Terutama para petani karena bisa langsung menjual hasil panenya. Sehingga 80 persen  hingga 80 persen pedagang berasal dari  warga setempat. “ Dipasar ini petani bisa langsung menjual berbagai hasil panennya, seperti cabai, kacang, terong, bayam, jagung dan hasil panen lainnya. Sehingga hampir semua pedagang di sini adalah warga setempat”, ujarnya

Menurut Sutardiono, pertengahan  Agustus 2015 nanti pembangunan pasar Senggol akan direalisasikan. Dengan dana sekitar Rp 900 juta nantinya pasar Senggol akan memiliki 20 kios, 2 kios dan 2 kamar mandi. Diharapkan dengan dibangunya pasar nanti, perekonomian dan aktvitas di pasar senggol akan semakin meningkat dan mampu memberi kontribusi pendapatan besar  bagi keuangan desa.

Ditambahkan Sutardiono, dalam pembangunan pasar tersebut, nantinya akan tetap mempertahankan pedagang lama yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pasar Senggol.
“Pada saat pasar sudah dibangun nanti,  kami tetap mengutamakan penghuni kios yang sudah lama berjualan disini, meskipun pedagang baru nanti harus membayar mahal,” tungkasnya. (noer/tev).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...