Rebutan Penumpang Bus Jogya Solo Mogok Lagi.

Dialog kedua awak bus di ruang Kepala Dinas Perhubungan Klaten
Klaten mattanews.com - Menindaklanjuti aksi mogok yang dilakukan kru bus jurusan Solo – Jogjakarta  pada Senin lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten mengelar mediasi bagi kru bus Solo dan Surabaya. Menurut informasi yang dihimpun, aksi mogok yang dilakukan  senin lalu itu dilakukan  karena kru bus Surabaya melanggar perjanjian menaikkan penumpang di jalan raya.


Dalam mediasi yang digelar di Kantor Dishub Klaten pada Selasa (19/5) Kepala Dishub Klaten, Bambang Giyanto menjelaskan mediasi ini digelar karena adanya polemik antara kru bus jurusan Solo – Jogjakarta dan kru bus jurusan Surabaya - Jogjakarta “Kita ingin suasana kembali kondusif dan menghindari bentrokan fisik antara kedua kru bus tersebut,” ungkap Bambang.
Bambang Giyanto,Kepala Dinas Perhubunga Klaten
Lebih lanjut, Bambang Giyanto menjelaskan dalam mediasi yang juga dihadiri jajaran Satlantas Polres Klaten, Dirjen Perhubungan Darat RI dan perwakilan kru bus Solo dan Surabaya ini, disepakati perjanjian baru, yakni apabila jam operasional bus Solo – Yogja sedang berjalan maka bus Surabaya – Yogja tidak boleh menaikkan penumpang di jalan. Dan bus Surabaya – Yogja boleh menaikkan penumpangan di jalan jika jam operasional bus jurusan Solo – Yogja telah habis. 

“Jam operasional bus jurusan Solo – Yogja dimulai dari pukul 04.00 WIB hingga 20.00 WIB, jadi saat jam itu bus jurusan Surabaya – Yogja tidak boleh menaikan penumpang dari jalan. Namun bila jam operasional bus jurusan Solo – Yogja selesai, maka bus jurusan Surabaya – Yogja bisa menaikan penumpang,” ungkapnya.

Bambang juga menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Polres Klaten untuk mejaga kondusifitas. ”Apabila ada kru bus yang melanggar perjanjian tersebut, maka akan diberikan sanksi teguran hingga pencabutan trayek,” jelasnya.

Sementara itu Ahmad Daros,perwakilan dari kru bus jurusan Solo – Jogjakarta mengatakan, sebenarnya perjanjian seperti itu sudah lama dibuat. Namun beberapa kru bus jurusan Surabaya – Yogja seringkali tidak menaatinya. “Oleh karena itu dengan dilibatkannya pihak-pihak yang berwenang seperti Dishub dan polisi, kami harap perjanjian ini dapat dipertegas,”tuturnya. Disisi lain, perwakilan bus Surabaya – Jogjakarta , Tarmin menuturkan pihaknya menerima perjanjian baru tersebut. “Kita akan taati perjanjian itu dengan pihak kru bus Solo – Yogja,” ungkap Tamrin.(ndi/get)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...