Polsek Klaten Kota Amankan 4 Gadis Kencur.

Kapolsek Klaten Kota Polres Klaten AKP Warsono
Klaten mattanews.com - Dalam rangka menertibkan rumah kost serta untuk mengantisipasi prostitusi online. Selasa (12/5) sekitar Pukul 9 pagi, jajaran Polsek Klaten Kota menggrebek rumah kost yang berada di Margorejo Kelurahan Bareng, Klaten, Jawa Tengah. Dalam penggerebekan tersebut berhasil diamankan 4 remaja wanita yang masih dibawah umur.

Kapolsek Klaten Kota, AKP Warsono menjelaskan penggrebekan dilakukan berrdasarkan laporan dari masyarakat yang resah terhadap aktivitas penghuni kost yang sering pergi malam pulang pagi bahkan tekadang ada yang mabuk. “Ada laporan dari masyarakat sekitar yang resah dan merasa terganggu terhadap aktifas yang dilakukan para penghuni kost. Mereka (penghuni kost) sering pergi malam dan pulang menjelang pagi,” Ungkap AKP Warsono kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya.

4 remaja putri tersebut lanjut Kapolsek langsung di bawa ke  Mapolsek Klaten Kota untuk didata dan diberi pengarahan. Bahkan menurut Kapolsek 2 dari wanita tersebut masih dibawah umur. Satu warga Salatiga dan 3 lainnya warga Klaten. Selanjutnya kedua orang tua dari gadis yang masih di bawah umur akan dipangil untuk diberi pengarahan. Sementara kepada wanita yang sudah dewasa, akan diberi pembinaan. “Ada dua wanita yang masih di bawah umur, kami akan memanggil orang tua mereka untuk datang ke kantor. Sementara untuk yang dewasa, kami beri pembinaan,” Jelas AKP Warsono
Empat remaja dibawah umur tengah diberi arahan diruang Kapolsek Kota
Kepada Mattanews, salah satu wanita yang masih di bawah umur itu mengaku sering keluar malam, karena bekerja sebagai penyanyi dangdut. “Saya kerja sebagai penyanyi dangdut mas. Saya sering keluar kota karena job yang tidak tentu. Ibaratnya saya ini kerja freelance. Tadi malam saja saya nyanyi di Solo, dan dini hari tadi baru pulang,” ungkapnya kepada Mattanews.

Ditanya apakah sering membawa laki-laki ke rumah kost, wanita yang masih berusia 16 tahun itu mengaku tidak pernah. “Saya tidak pernah membawa laki-laki ke kost. Memang kalau pulang dini hari saya pernah diantar teman laki-laki, tapi itupun sampai luar pagar saja. Dan mesin motor selalu dimatikan,” ungkap gadis berkulit sawo matang itu.

Sementara itu beberapa sumber aksi lapor yang dilakukan beberapa oknum warga karena adanya sentimen pribadi dan kecemburuan sosial. Karena merasa maksudnya tidak kesampaian akhirya mereka yang merasa keinginannya tidak tercapai melaporkan masalah tersebut kepada Polisi. Karena menurut sumber, keberadaan mereka selama ini baik. Hubungan dengan tetangga sekitar juga baik. Bahkan mereka supel dan ramah dalam bergaul.(ndi/get)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...