Panggil Paksa Kepala Dipertan Klaten. 98,8 persen Kepala SKPD Mangkir Paripurna.

14 menit sebelum dimulai dari jaduwal. Ruang Sidang DPRD Klaten masih Kosong

Klaten mattanews.com -  Entah takut kena semprot, atau sengaja memboikot anggota DPRD Klaten, 99 persen kepala SKPD se Kabupaten Klaten Jawa Tengah tidak ada yang menghadiri sidang rapat paripurna DPRD Klaten yang digelar Senin (25/5). Dari sekian peserta yang hadir hanya ada satu kepala yang hadir yakni Sigit Gatot Budiyanto Kepala Bagian Pembangunan Pemda Klaten. Sedang lainya hanya mengirimkan utusan “kelas teri”. Sementara 50 anggota DPRD nyaris hadir semua. Akhirnya Komisi II DPRD Klatenpun akan memanggil paksa juara pertama lomba mangkir rapat se Kabupaten Klaten, yakni Kepala Diprtan Klaten Wahyu Prasetyo, jika dalam rapat ketiga nanti nekad “mangkir” lagi.

Dalam rapat kemarin dengan agenda laporan hasil reses anggota Dewan Klaten tahap pertama rencananya Dewan Klaten akan menyampaikan semua aspirasi serta masukan yang masuk dan tertampung selama reses. Karena banyak sekali masukan dan permasalahan yang ada di masyarakat dan harus segera ditindak lanjuti. Namun hal itu sulit tercapai manakala, tidak ada satupun kepala SKPD yang mau mendengaran keluhan dari rakyatnya.
Andi Purnama. Anggota Dewan yang Merakyat walau Anak Bupati
“Jujur saya sangat kecewa dengan sikap kepala SKPD Klaten terhadap kondisi rakyat di lapangan. Banyak temuan dibawah saat kami melakukan reses. Tapi harus kami sampaikan pada siapa permasalahan tersebut, jika kepala SKPDnya saja malas mendatangi sidang rapat. Lho kita ini bekerja untuk siapa. Buakankah pembangunan ini tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Tapi kalau permasalahan yang timbul tidak pernah direspon SKPD yang bersangkutaan, apa bisa nyambung antara kebutuhan rakyat dan yang diinginkan pejabat”, ujar Andi Purnama anggota Dewan dari fraksi PDI Perjuangan. 

Sementara itu sikap kritis juga disampaikan anggota komisi II DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terhadap sikap kepala Dipertan Klaten Wahyu Prasetyo yang tidak pernah mau datang saat diajak rapat. Sudah 2 kali ajakan rapat yang dilakukan komisi II, yang bersangkutan selalu tidak hadir. Dan jika dalam rapat ketiga nanti tetap tidak mau hadir, maka komisi II akan memanggil paksa “Juara pertama” lomba mangkir rapat se Kabupaten Klaten ini.

“Kita masih cukup toleran dengan walau dia meremehkan keberadaan anggota DPRD Klaten, khususnya komisi II dengan sikapnya yang tidak pernah mau menghadiri rapat. Tapi ingat kita juga bisa bertindak tegas. Jika tiga kali berturut turut tetap mangkir, maka kita bisa panggil paksa dia atau kita datangi mereka dikantornya, kalau memang dia minta kita yang harus “sowan dan hormat” pada beliau”, tegas Hamenang.
Hamenang anggota Komisi II DPRD Klaten
Menurut Hamenang banyak permasalahan dan keluhan di masyarakat dan petani yang harus disikapi, jika memang kita niat bekerja untuk kepentingan rakyat. Dan itu tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Dewan. Tapi mengapa banyak pimpinan SKPD di Klaten yang sulit untuk datang jika diajak rapat dengan DPRD.” Banyak keluhan dan temuan dilapangan yang sangat membebani rakyat atau petani. Misalnya langkanya gas elpiji 3kg, sulitnya petani mendapatkan pupuk dan masih banyak lagi. Tapi kapan masalah itu segera bisa diselesaikan, kalau kepala SKPDnya saja malas diajak rapat”, ujar Hamenang.

Kepala Dipertan Klten Wahyu Prasetyo saat akan dikonfirmasi tidak ada ditempat. Menurut salah satu stafnya yang bersangkutan sedang ada keperluan di Pemda. Namun saat dihungi via telepon HP tidak aktif. Sementara menurut sumber di Dipertan sejak diangkat sebagai Kepala Dipertan menggantikan Ibu Sri Mulyani beliau memang cenderung tertutup otoriter dan arogan. Sikap ini yang cukup membuat anak buah kurang sreg.
Wahyu Prasetyo Ka Diperta Klaten
“Mbok ingat sebelum jadi Kepala, Dia pernaha berurusan dengan Kejaksaan. Bagaimana rasanya ketika punya masalah dan harus berurusan dengan Kejaksaan. Seharusnya berterima kasih saat itu bisa selamat, tidak malah bersikap seperti ini”, ujar sumber.(tev/get/no)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...