Layanan BPJS Klaten Amburadul. Setahun Mbayar Belum Terdaftar.

Ny Indra Kepala BPJS Cabang Boyolali Unit Kerja Klaten

Klaten mattanews.com – Kecemasan masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang tidak profesional  akhirnya terbukti. Hal tersebut dialami oleh salah satu peserta BPJS yang gagal mendapatkan layanan kesehatan dengan alasan nama dan data pasien belum ada dibuku layanan. Padahal yang bersagkutan sudah menjadi peserta BPJS hampir setahun dengan membayar iuran secara rutin. Sementara dokter yang melayani juga bukan dokter BPJS sesuai yang ada di papan nama.

Budi Mulyanto warga Klaten Selatan mengaku kecewa karena gagal mendapat pelayanan kesehatan dengan alasan yang tidak masuk akal. Sementara beberapa kali dirinya menghubungi Kepala BPJS Cabang Klaten unit kerja Klaten tidak berhasil.

Menurut Mulyanto saat itu Jum’at (22/5) dirinya bermaksud berobat ke dr gigi Sayekti yang buka praktek dirumahnya di Desa Mlinjon Klaten Tengah. Namun selama 1 jam menunggu dokter belum juga datang. Baru pada pukul 17.00 dari jam buka yang tertera pukul 16.00 praktek dibuka. Namun harapan untuk mendapat layanan kesehatan dari dokter dimaksud gagal, dengan alasan kartu BPJS yang dimiliki tidak terdaftar. Lebih kaget lagi dokter yang melayani bukan dokter Sayekti sebagai dokter resmi BPJS, melainkan dokter lain yang belakangan diketahui bernama dokter Rina.

“Terus terang saya kecewa dan tak habis pikir, mengapa kartu BPJS saya belum terdaftar. Jika memang belum terdaftar kok setiap kami sekeluarga mbayar iuran BPJS tidak pernah ditolak. Harusnya kalau memang tidak terdaftar ya iuranya juga nggak diterima. Ini uangnya diterima tapi pelayanannya amburadul”, gerutu Mulyanto saat ditemui mattanews.

Sementara itu mattanews yang datang kerumah praktek dokter Sayekti tidak berhasil bertemu dengan yang bersangkutan. Namun dari keterangan beberapa pasien, memang kalau hari Kamis dan Jum’at dokter yang melayani bukan dokter sayekti namun dokter Rina. “Sudah lama mas. Kalau hari Kamis dan Jum’at yang melayani pasien dokter Rina”, ujar salah satu pasien.

Mattanews mencoba konfirmasi kepada kepala BPJS Cabang Boyolali unit layanan Klaten Ibu Indra, tidak berhasil. Beberapa kali dihubungi via telepon seluler namun tidak diangkat. Sementara beberapa sumber yang berhasil dihubungi mattanews terkait kasus tersebut sangat menyayangkan BPJS yang terkesan hanya mencari untung namun tidak mampu memberai layanan kesehatan sesuai janjinya. Dan lebih heran lagi mengapa dokter yang tidak tertera dalam dokter BPJS bisa melayani pasien BPJS.

“Ini baru kasus kecil yang menimpa salah satu pasien di Klaten dan kebetulan berani ngomong pada wartawan. Bagaimana jika kejadian tersebut ada di pelosok desa dan warga takut lapor. Dan saya yakin kasus serupa banyak terjadi didaerah lain. Dan dibenarkan nggak keberadaan dokter BPJS digantikan dokter lain dalam prakteknya. Ini harus ada diusut ” ujar sumber. (tev)  

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...