Golkar Klaten Ambyar Koalisi AD1 JAYA Jalan Terus

H.Darmadi SPd. Ketua PAN Klaten
Klaten mattanews.com – Minggu (10/5) Partai Golkar Klaten resmi pecah menjadi dua. Turunya SK no.Kep-196/DPP/Golkar/IV/2015 yang ditandatangi plt ketua DPD Golkar jawa Tengah versi Agung Laksono, Dwi Hartanto menandai “syahnya” Hengki Asnari salim wakil ketua DPRD Klaten menjadi ketua DPD Golkar Klaten versi munas Ancol. Kisruh Golkar diatas yang akhirnya merembet ke derah ini diduga bagian dari “upaya rekayasa” pengkondisian partai politik menjelang Pilkada Klaten yang akan digelar Desember mendatang.

Menanggapi kisruh yang ada di tubuh Golkar, ketua Partai Amanat Nasional Klaten H.Darmadi Spd menegaskan apa yang terjadi di tubuh Golkar dan partai PPP Klaten tidak berpengaruh terhadap kelangsungan koalisi AD I Jaya yang kini terus berjalan dan semakin solid. Karena menurut Darmadi tanpa Golkar dan PPP ketiga partai yang saat ini berkoalisi yakni PAN, PKS dan Gerinda sudah lebih dari cukup untuk mengusung Balon Bupati dan wakil.  

“Secara pribadi saya prihatin dengan kondidi temen temen di partai lain.Namun ketika sudah sampai masalah pencalonan Bupati, keberadaan mereka tidak berpengaruh sama sekali dengan kesolidan yang telah kita bangun selama ini. Biarkan saja mereka menyelesaikan urusan internalnya sendiri sendiri. Toh siapapun ketua partainya, dia tidak bisa mengusung balon Bupati, sebelum ada inkrah kedua belah pihak”, tegasnya.

Diakui Darmadi, dirinya cukup prihatin dengan kondisi yang terjadi di tubuh partai Golkar Klaten. Apalagi ini terjadi menjelang ada pesta demokrasi yakni Pilkada. Dirinya hanya bisa berharap konflik itu segera berakhir terlepas siapa yang akan memimpin Golkar Klaten. Menurutnya apa yang terjadi tak lepas dari  dinamika politik, apalagi menjelang Pilkada.” Saya kira temen temen wartawan sudah tahu, kemana arah mereka nanti di Pilkada”, tegasnya.

“Koalisi AD1 JAYA tidak terpengaruh dengan konflik di tubuh Golkar Klaten. Siapapun ketuanya tidak memiliki dampak signifikan bagi koalisi, kerena mereka tidak bisa mengusung calon sendiri. Selama belum ada kepastian hukum kubu siapa yang berhak mengikuti Pilkada, dalam koalisi yang bisa mengusung Balon Bupati dan wakil hanya tiga partai yakni PAN,PKS dan Gerinda. Maka kisruh di Golkar Klaten sama sekali tidak berpengaruh terhadap eksistensi Koalisisi dalam memenangkan Pilkada mendatang.”, tegas Darmadi. (get)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...