Drs.H. Anang Widayaka.Biasa jadi ban Serep.Tapi Siap Jadi Bupati

Drs.H.Anang widayaka.Ketua DPD Golkar Klaten

Klaten mattanews.com – Baru nanti malam Senin (4/5) koalisi Adi Jaya Klaten memanggil 5 balon Bupati Klaten untuk melakukan presentasi dihadapan 5 ketua partai koalisi. Diharapkan dalam pemanggilan tahap pertama dari 3 tahap yang direncanakan sudah muncul balon Bupati Klaten yang memiliki elektabilitas dan daya jual tinggi terhadap masyarakat Klaten. Sehingga proses penjaringan bisa sedikit lebih cepat, karena akan diteruskan dengan proses pemilihan balon wakil Bupati.

Hingga saat ini tim Adi Jaya memang belum merilis secara pasti siapa saja nama nama yang akan dipanggil ditahap pertama ini. Semua masih dirahasiakan demi kenyamanan balon itu sendiri, sehingga secara moral yang bersangkutaan tidak terbebani. Sementara isu yang beredar di masyarakat beberapa nama yang akan maju lewat koalissi Adi Jaya antara lain, Sunardi,SPd yang kini menjabat Staf ahli Bupati, Nanang Masykuri politisi PKS, One pengusaha dari Prambanan yang kini juga mendaftar lewat PDI Perjuangan, Drs Harjanto, Kolonel Widodo, Koko politisi asal Golkar dan beberapa nama yang selama ini mendaftar lewat PDI Perjuangan, dimana mereka “siap hengkang” menyebrang masuk lewat koalisi Adi Jaya.

Salah satu ketua koalisi Adi Jaya Drs.H.Anang Widayaka yang juga ketua DPD Golkar Klaten menegaskan ada sekitar 15 balon yang lebih balon yang melamar lewat koalisi Adi Jaya. Namun secara administrasi tim belum bisa menyebutkan nama nama tersebut karena berbagai pertimbangan politis. Namun yang jelas nama nama yang masuk adalah putra putra Klaten terbaik yang diharapkan mampu membawa kesejahteraan rakyat Klaten.”Tungga saja mas, sebentar lagi tim koalisi akan mengumumkan siapa saja balon yang mendaftar lewat koalisi Adi Jaya”, ujar politisi lulusan UNS Solo ini.

Sementara ketika disinggung tentang keinginannya maju sebgai balon Bupati Klaten, Anang menegaskan dirinya hanya petugas partai yang siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dan keputusan partai nantinya. Jika memang partai menghendaki dirinya maju, maka tidak ada kata lain selain “SIAP”. Namun untuk yang satu itu lanjutnya dirinya masih menghormati Balon yang saat ini mendaftar lewat koalisi yang diprakarsainya.

Diakui mantan wakil ketua DPRD Klaten ini jika dirinya hanya “ban serep” dan sudah terbiasa dengan posisi tersebut. Selama masih ada balon yang lebih baik, lebih mampu dan lebih menjual dirinya tidak ambisi menjadi Bupati, apalagi menjadi Balon. Namun jika memang diantara Balon yang masuk lewat koalisi Adi Jaya tidak ada yang sesuai harapan para pemimpin koalisi, dirinya siap maju. Itupun dengan catatan diminta karena koalisi tidak mendapatkan figur yang cocok.

“ Saya ini sudah terbiasa menjadi ban serep, yang hanya digunakan dalam kondisi darurat. Kalau dalam sinetron istilahnya berperan sebagai  pemeran pengganti.  jika tokoh utama tidak dapat tampil, maka saya baru tampil. Namun walau hanya sebagai pemeran pengganti, saya siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, baik moral dan matrial, jika memang diberi amanah tersebut”, tegasnya.
Anang saat diwawancari wartawan terkait kesiapannya jadi orang nomor satu di Klaten
Drs.H.Anang Widayaka politisi senior Partai Golkar yang kini menjabat sebagai ketua DPD Golkar Klaten, pernah dua kali menjabat sebagai wakil ketua DPRD Klaten. Saaat ini waktunya dihabiskan untuk mengurus berbagai kegiatan sosial dan kepramukaan, karena beliau juga sebagai ketua Kwartir Pramuka cabang Klaten. Menjadi komandan SAR Klaten dan juga ketua paguyuban mantan DPRD Klaten, membuat pria kelahiran Karangdowo yang masih turun ke sembilan Kanjeng Sutowijoyo Dari Majapahit yang semare di puncak Majastho Sukoharjo tidak pernah sepi dari kegiatan sosial.

Yang perlu dicatat dan digaris bawahi untuk tokoh yang satu ini ialah Jiwa kepemimpinannya yang mengedepankan kejujuran dan kesederhanaan. 3 priode menjabat sebagai anggota DPRD Klaten dan 2 kali menjabat wakil ketua DPRD, namun hingga saat ini dirinya tidak pernah memiliki barang finansial yang sepadan dengan jabatanya selama ini. Motor ada motor tidak punya mobil. Sementara rumah yang dihuni diperumahanpun dibeli lewat cara mencicil dan hingga saat ini belum lunas. Itulah profil kesederhaan beliau yang patut kita contoh dan teladani.(tev)    

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...