Bunda Paud Yani Sunarna: Jangan Paksa Anak TK Bisa Baca dan Berhitung


Bunda PAUD Hj Yani Sunarno berbagi kasih dengan anak anak PAUD
Klaten mattanews.com Rabu (06/05) di kompleks Masjid Agung Masjid Raya Klaten diselengarakan GEBYAR PAUD TAHUN 2015. Kegiatan sehari dibuka oleh BUNDA PAUD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Hajah Yani Sunarna,  diikuti 416 peserta utusan dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak se kabupaten Klaten.

Ketua Panitia Ny Siti Suwardi mengatakan, kegiatan mengangkat thema MELALUI GEBYAR PAUD KITA WUJUDKAN GERAKAN PAUD BERKWALITAS diselengarakan untuk meningkatkan motivasi dan belajar, mengembangkan bakat dan kreativitas anak usia dini. Disamping itu juga meningkatkan motovasi tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas pembelajaran dan pengembangan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembinaan berbagai program layanan PAUD.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan diikuti oleh 416 anak Taman Kanak-Kanan dan kelompok bermain di Klaten, mempertandingkan 12 festifal. Meliputi kelompok TK 6 jenis antara lain Menyanyi lagu wajib, mendongeng, finger painting, meronce, lari menancapkan bendera, gerak dan lagu. Untuk kelompok Bermain terdiri dari enam jenis yaitu, lari memindahkan bola sesuai warna, memindahkan air dalam botl, mencap dengan tangan, main lego, bercerita dengan gambar serta gerak kreatifitas anak.

Bunda PAUD Kabupaten Klaten Hajah Yani Sunarna mengatakan, usia anak TK dan PAUD merupakan usia yang sangat penting dan genting, karena masa emas waktunya sangat terbatas, harus dimanfaatkan secara maksimal dan baik agar anak dapat tumbuh wajar. “Guru dan Wali Murid jangan memaksakan anak didik (TK/KB) bisa membaca dan berhitung, karena usia demikian baru taraf bermain dan pengenalan, sehingga apabila dipaksakan suatu saat anak bisa mengalami kejenuhan “ ujarnya
Siswa PAUD dan KB tengah lomba mewarnai.
Menurut Yani Sunarna, pengalaman menunjukkan ada orang tua yang menyertakan anaknya yang masih usia 3 tahun di lembaga kelompok bermain, dilanjutkan SD tertentu yang pulang sekolahnya hingga sore hari. Saat memasuki kelas IV ternyata anak dimaksud mengalami kejenuhan karena terus dipaksa belajar.  “Sehubungan hal tersebut orang tua wali murid dan guru hendaknya jangan memaksakan anak usia PAUD dan TK bisa membaca dan berhitung, agar terhindar dari rasa jenuh “ tandasnya.

Himbauan istri Bupati ini hendaknya juga dapat diserap bagi kalangan pendidik para guru sekolah dasar. Karena sampai saat ini hampir semua SD di Klaten mengetrapkan standar penerimaan siswa baru dengan catatan siswa harus sudah bisa membaca, menulis dan berhitung. Kondisi inilah yang akhirnya memaksa semua guru PAUD, TK dan KB “mengharuskan” anak didiknya untuk bisa membaca, berhitung dan menulis.

Sementara itu gebyar PAUD di Klaten tidak seindah gemerlap judulnya. Karena hingga saat ini masih banyak guru PAUD di Klaten hanya menerima upah mengajar Rp 1000/sehari atau Rp 40.000. Bahkan ada beberapa guru PAUD di Klten yang hingga saat ini hanya menerima upah mengajar Rp 25.000/bulan. (mas/han) 





Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...