Alhammdulillah Tuhan Mendengar Doaku Selama 20 Tahun

Mirotun  Eyang Uti yang akhirnya dapat SK K2.
Klaten mattanews.com - Dari sekian ratus tenaga honorer yang menerima SK di pendopo Pandanaran RSPD Klaten tampak ada satu peserta yang terharu dan tak kuasa menahan tangis kebahagiaanya. Mirotun (53) guru SD Kalikebo 2 terlihat tak henti-henti mengucap syukur. Wajah paruh baya terlihat teduh dengan balutan jilbab, tak kuasa menahan rasa bahagia 20 tahun menungu akhirnya doanya dikabulkan oleh Yanag Maha Kuasa.

Sejak tahun 1995 perempuan paruh baya yang kini sudah dipanggil eyang uti ini mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar bidang studi agama di SD Kalikebo 2 Kecamatan Trucuk, Klaten Jawa Tengah. Berbekal ketekunan dana kesabaran pekerjaan dengan gaji “seadanya” dia lakukan demi menjalankan perintah Tuhan untuk berbagi dan memberikan ilmu pada orang lain. Terutama pendidikan agama bagi anak anak dan generasi muda agar kedepan memiliki akhlaq dan budi pekerti yang baik.

Tak pernah ada kata menyesal, atau kecewa dengan pekerjaan yang memang sudah menjadi pilihan hidupnya. Semua dilakukan dengan senang hati dan penuh syukur karena punya kesempatan ikut mendidik anak anak bangsa, terutama membina mental, budi pekerti dengan pendidikan agama. Akhirnya walau sudah 20 tahun mengabdikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk mendidik anak anak SD, dirinya tak pernah sedikitpun mengeluh. Masalah SK pun ditunggunya dengan penuh sabar disertai doa. Bahkan dirinyapun iklas jika memang SK tak turun. Yang penting dirinya sudah bisa berguna bagi orang lain.
suasana penyerahan K2 di Pendodo RSPD Klaten
“Saya mengajar ilmu agama karena ingin dan berharap anak anak generasi muda sekarang tidak kehilangan jati diri dan budi pekerti. Kemajuan tekhnologi yang begitu canggih mudah sekali merusak moral dan pikiran anak anak. Jalan yang paling ampuh untuk membendung semua itu adalah pendididkan agama yang baik. Untuk semua itu maka saya iklas dan rajin mengajar anak anak agar pendidikan agama mereka terbentuk sejak dini”, ujar sarjana agama ini.

Menyikapi turunya SK K2, setelah menungu hampir 20 tahun lebih Mirotun mengaku sangat gembira dan bersyukur karena Tuhan masih memberi Nikmat dan kepercayaan pada dirinya. Walau kesempatan mengajar hanya tinggal beberapa tahun lagi dirinya tetap bangga dan bahagia karena Tuhan selalu mendengar doa yang selalu dipanjatkan. “Saya merasa senang dan bangga dengan pengakuan ini. Dan lebih senang lagi karena Tuhan mendengar doa yang setiap hari saya panjatkan”, ujar Eyang uti yang sudah memiliki 4 cucu ini. 

20 tahun mengabdikan diri menjadi tenaga honorer dengan gaji pas pasan dan tanpa kepastian satus yang jelas bukan pekerjaan mudah. Tidak semua orang bisa melakukan dan menjalini semua itu. Maka adalah sebuah prestasi dan kebanggan jika Klaten masih memiliki sosok seperti Mirotun. Perempuan yang sudah dipanggil eyang Uti mash tetap semangat dan tegas mengajarkan ilmu agama pada anak anak generasi penerus bangsa. Mirotunpun berjanji akan terus menjadi pendidik bagi anak anak bangsa, walau sudah pensiun sekalipun. Karena menurutnya hanya dengan pendidikan agama bangsa ini bisa diselamatkan dari kehancuran moral.

“Insya Allah saya akan terus berkarya dan lebih giat lagi berbagi ilmu kepada anak anak, demi terciptaanya akhlaq dan budi pekerti anak anak yang baik dan cerdas”, harapnya. (ndi/get)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...