2 Minggu Tidak Tuntas PC IMM Se Indonesia Somasi PP Muhammadiyah.


Pesrta Demo Minta Moh Diman Yulian dan rekan dibebaskan
Klaten mattanews.com
– Janji Kader Muhammadiyah “Mengepung” Pengadilan Negeri Klaten Jawa Tengah terbukti. Ratusan kader Muhammadiyah Klaten dan luar daerah seperti Jawa Timur, Jogjakarta dan Jawa Tengah bersama puluhan mahasiswa STIKES Muhammadiyah menggelar aksi solidaritas di Pengadilan Negeri Klaten Rabu (13/5).  Elemen dari IMM, KOKAM, NA dan sejumlah mahasiswa menggelar orasi  bersamaan dengan pelaksanaan sidang lanjutan Moch Dimas Yulian Mahasiswa sekaligus Ketua PC IMM Klaten dan Fajar Purnomo mantan ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) STIKES Muhammadiyah Klaten. Keduanya melanjutkan sidang  dalam dakwaan pelanggaran Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Undang-Undang Informasi Teknologi dan Elektronika (UU ITE) dan Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencamaran Nama Baik.
Siap somasi ke PP Muhammadiyah di Jakarta
Pada sidang lanjutan yang dipimpin majelis hakim, Sagung Bunga Maya Saputri Antara, penasehat hukum terdakwa membacakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada persidangan sebelumnya. Terangkatnya kasus yang melibatkan Mahasiswa sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Klaten Moch Dimas Yulian dan Mantan mahsiswa STIKES Muhammadiyah Fajar Purnomo merupakan bukti lambannya pimpinan kampus dalam menyelesaikan masalah antara Dosen dan mahasiswa.
Ketua KOKAM Klaten Moh.Ismail
Komandan KOKAM Muhammadiyah Klaten Moh.Ismail mengaku merasa malu dengan kejadian ini. Ia menyayangkan bagaimana masalah internal ini tidak bisa diselesaikan secara musyawarah. “Kalau misal saya ini guru, kalau guru menuntut murid yo sing edan gurune. Masalahnya guru kok nuntut muridnya. Masalahnya kan apakah hal seperti ini layak masuk sampai ke pengadilan. Saya yakin ada sesuatu yang lebih besar terjadi di Stikes dan mereka berusaha menutupi. Maka berawal dari kasus ini mari kita bongkar kebobrokan yang ada di Stikes Muhammadiyah. Ingat Stikes milik yayasan bukan milik perseorangan” jelas Ismail yang juga mantan Kepala desa Drono ini.
Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah Klaten,Tugiran. Dirinya  malu dan kecewa serta meminta dosen – dosen yang tidak mau ber-islah (berdamai) dan tetap melanjutkan kasus ini dipersidangan untuk di non jobkan. “hancurkan benteng benteng yang menghalangi pengkaderan muhammadiyah , hancurkan mereka yang selalu menghalang halangi kita dalam proses pengkaderan itu, kami berikan waktu satu hingga dua minggu kepada peneglola stikes untuk menyelesaikan masalah ini secara internal, jika tidak kami akan bersikap dengan jumlah masa yang lebih banyak ” tegasnya Tugiran.
Ketua DPD IMM Jatim Najih Prasetyo
Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur, Najih Prasetyo berharap ketua Stikes bisa tegas dan meminta tidak ada kriminalisasi dalam kader IMM. Serta melayangkan ultimatum kepada pihak Stikes. “Ketua Stikes harus tegas, jangan sampai ada kriminalisasi di kader IMM, jika dalam dua minggu tidak ada tindakan tegas , maka kami akan usulkan masing masing PC IMM seluruh nusantara, kita angkat masalah ini sebagai masalah nasional, kita akan kirimkan surat somasi ke PP Muhammadiyah untuk melakukan pembinaan terhadap amal usaha muhammadiyah (AUM) yang bermasalah” ungkap Najih Prasetyo.
Setelah penasehat hukum terdakwa membacakan eksepsi, Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan untuk mendengar tanggapan atas eksepsi yang disampaikan penasehat hukum kedua terdakwa. Sementara dari berbagai sumber mengungkapkan sampainya kasus ini ke meja hijau karena banyak dosen dan pengurus Stikes yang takut keberanian mereka dalam mengkritisi Kampus akan membogkar dugaan sindikat korupsi yang selama ini diduga terjadi Stikes Muhammadiyah Klaten. Sehingga dengan dimeja hijaukannya Dimas ada harapan mahasiswa takut dan tak main kritik lagi. Sehingga dugaan korpusi mereka akan selamat dan aman aman saja.(ndi/get)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...