Warung Apung Rowo Jombor Klaten Tak Lagi Terapung.

Harjoko.ST .Kabid Pengairan PU Klaten
Klaten mattanews.com – Walau menemui pro kontra dari para pemilik warung apung di waduk Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah, namun upaya relokasi warung apung yang berada di waduk akan terus dilakukan. Pembersihan dan pengerukan waduk yang tiap tahun mengalami sidementasi cukup tinggi ini tak dapat ditawar tawar lagi. Tahun ini proyek pembersihan harus sudah dilakukan.

“Program pembersihan waduk Rowo Jombor tetap harus dilaksanakan tahun ini. Saat ini tim yang terdiri dari berbagai satuan SKPD terus melakukan evaluasi guna mematangkan rencana serta langkah yang harus diambil berkaitan dengan proyek tersebut. Minggu depan tim akan melakukan survei lapangan.Baik keadaan warung apung yang akan direlokasi serta lahan yang disediakan untuk penempatan”, demikian ditegaskan  Kabid Sumber Daya Air Dinas PU dan ESDM Klaten Harjoko ST senin (20/4).

Menurut Harjoko, relokasi warung apung dan pembersihan waduk Rowo Jombor memang tidak bisa serta merta. Semua harus dikoordinasikan antar instansi terkait dan perlu mengajak bicara masyarakat sekitar waduk termasuk pemilik warung apung. Sehingga jika pelaksanaan dimulai tidak akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Sedang relokasi yang rencananya akan menggunakan tanah milik kas desa Jimbung Kecamatan kalikotes di barat waduk batal. Sebagai pengganti telah disiapkan lahan seluas 3 hektar berada persis di timur Waduk yanag masih kawasan rawa. Pemilihan tempat tersebut dikarenakan tanah tersebut milik Pemprov, sehingga pengurusannya cepat dan mudah.

“Dalam waktu dekat tim terpadu yang terdiri dari dinas Pertanian, Perhubungan, Bapeda, dispora, satpol pp serta dinas terkait lainya akan melakukan survei lapangan. Tim nanti akan mengecek lokasi berikut mengkaji sejauh mana petak pemanfaatan rawa bagi warga sekitar. Setelah itu tim baru bisa memastikan langkah apa yang harus diambil, diteruskan sosialisasi bagi warga sekitar dan pemilik warung apung. Walau secara lesan kita sudah rasan rasan dengan Kepala wilayah dan aparat pemerintah desa”, tandas Harjoko.

Lebih lanjut Harjoko menjelaskan pembersihan serta pemeliharaan waduk merupakan kunci keberlangsungan waduk itu sendiri jika memang warga Klaten masih menginginkan adanya waduk di Klaten. Karena jika waduk rowo jombor tidak dipelihara atau dibersihan tiap tahun, maka yang terjadi adalah pendangkalan karena sidementasi. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin dalam 50 tahun kedepan waduk Rowo Jombor akan rata dengan jalan dan tanah disekitarnya.” Ini yang jarang dipikirkan oleh warga setempat. Jika waduk bisa mengalami pendangkalan. Jika ini terjadi tidak hanya Pemda dan rakyat Klaten yaang rugi. tapi warga sekitar akan lebih rugi”, tegasnya
waduk Rowo Jombor kumuh.penuh bangunan dana eceng gondok
Saat ini waduk Rowo Jombor memiliki luas sekitar 198 hektar dengan daya tampung air sekitar 4 juta meter kubik. Dengan tinggi tanggul sekaitar 7 meter waduk Roowo Jombor memiliki luasa lingkar 7,6 kilometer. Waduk Rowo Jombor menjadi anadalan suplai air baku bagi ptani di wilayah Kecamatan Bayat dan Cawas dengan lahan pertanaian seluas 78 hektar. Disamping sebagaai suaplaia air sekunder bagi petani di wilayah, Kecamatan Trucuk, Kalikotes, Cawas dan Bayat dengan lahan seluas 1.608 hektar.

Saat ini jumlah peternak ikan karambah yang ada di waduk Rowo Jombor mencapai 335 unit. Sedang warung yang ada sekitar 34 unit. Saat ini daya tampung waduk tiap tahunnya terus mengalami penyusutan. Semakin banyak karambah yang berdiri semakin besar terjadi penyusutan dan pendangkalan. Keberadaan drum apung dan bambu serta limbah warung apung ditambah eceng gondong yang hampir menutup semua permukaan air waduk menjadi salah satu penyebab cepatnya  terjadinya sidementasi dan penyusutan debit air.(tev/nov)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...