TK Aisyiyah Sierad Kunjungi RS.Cakra Husada.

siswa TK Aisyiyah saat kunjungi RS Cakra Husada
Klaten mattanews.com - Sebanyak 45 anak-anak beserta guru pendamping TK Aisyiyah Gedung Sierad Klaten mengadakan kegiatan out class di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, Selasa (14/4).
Rombongan dipimpin Kepala TK, Wahyuni, SPd. Tujuan lawatan ke rumah sakit bertujuan sebagai sarana pengenalkan anak terhadap dunia kesehatan utamanya pusat pelayanan kesehatan.

Ditempat itu anak-anak dikenalkan berbagai sarana prasarana rumah sakit. Seperti ambulance, poli gigi, poli mata, poli THT, dan fasilitas layanan rumah sakit lainnya. Termasuk tata cara atau prosedur mendaftarkan diri sebagai pasien di rumah sakit. Dilanjutkan dengan pelatihan cuci tangan pakai sabun saat memasuki kawasan rumah sakit.

Manfaat utama dari kegiatan edukasi dan pengenalan lingkungan medis ini tak lain adalah untuk membiasakan mental si anak agar tidak lagi merasa takut dengan rumah sakit terutama dengan dokter. Karena saat ini masih ada anak takut periksa ke dokter atau rumah sakit. Mereka takut setelah mendengar kata suntik,” ujar Wahyuni.

Lebih lanjut Wahyuni menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan wisata sehat bagi anak TK Paud yang diusung RS Cakra Husada Klaten. Karena wisata kesehatan sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan kesehatan. “Pelayanan yang diberikan rumah sakit Cakra Husada cukup baik. Selain ramah dan bersahaja, pelayanan dokter, perawat dan karyawan di rumah sakit cukup menyenangkan pasien maupun pengunjung,” tandasnya.
Pengenalan alat kesehatan bagi siswa TK
Sementara itu, dalam sambutannya, Manager GA RS Cakra Husada Klaten, Muhammad Joko Susanto mengungkapkan program wisata sehat ini merupakan bagian dari pelaksanaan CSR Klaten Sehat Rumah Sakit Cakra Husada. Sejak dilaksanakan program ini permintaan dari sekolah untuk mengadakan kunjungan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan betapa antusiasnya para guru untuk membekali para siswa dengan edukasi kesehatan secara langsung di lingkungan rumah sakit.

“Bulan ini saja kami sudah menerima 8 permintaan kunjungan, mengingat agenda kegiatan rumah sakit yang padat , belum semua dapat kami penuhi,” ungkap Joko. Ditambahkan dalam pelaksanaan kunjungan tersebut pihak rumah sakit mengupayakan agar para siswa tidak bersinggungan secara langsung dengan pasien. Untuk itu setiap pelaksanaan telah disiapkan jalur kunjungan khusus yang aman bagi anak. (pras/red)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...