Tak Mau Ngoyo Ngupadi Pangkat. Sumeleh Tapi Terus Bekerja

Edy Hartanto.SH.MM Asisten I Sekda Klaten
Klaten mattanews.com  -  Kalem, grapyak ramah dan murah senyum. Itulah yang akan kita dapatkan jika bertemu dengan pejabat yang satu ini, Yakni Edy Hartanto.SH.MM, asisten II Sekda Pemkab Klaten Jawa Tengah. Yang juga merupakan salah satu kadindat Sekda Klaten. Penampilannya yang selalu sederhana apa adanya dan low profile membuat pejabat produk UNS Surakarta ini selalu dekat dengan siapa saja termasuk para jurnalis yang sering nongkrong di komplek Pemda Klaten.

“Ada yang bertentangan dengan nurani saya, ketika saya menerima belangko pendaftaran lowongan Sekda Klaten yang memang telah kosong 3 tahun lamanya. Yakni mengapa sekarang jabatan harus dicari. Padahal jabatan adalah amanah yang harus kita jalankan ketika kita mendapatkan, bukan karena dicari, karena itu bagian dari ibadah”, ujar Edy Hartanto saat bincang pagi dengan mattanews daalam acara coffe morning dikediamannya dibilangan kota Wedi Klaten.

Tapi itulah kenyataan yang terjadi sekarang peraturan pemerintah tentang lelang jabatan memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan, disini jabatan tidak lagi ditentukan istilah “suka tidak suka” oleh pimpinan. Melainkan memang harus melalui uji kopetensi,seleksi serta ujian, dimana semua memiliki peluang yang sama. Namun jika diambil dari adat ketimuran sebagai wong Jowo yang berpegang pada falsafah “ Nyowo Gadohan,Bonhdo titipan dan jabatan mung sampiran”(Nyawa hanya pinjaman, harta titipan dan Jabatan hanya kepercayaan - red), rekrutmen pengisian 
 jabatan saat ini memang tidak pas atau tidak sejalan dengan budaya Jawa.

Menyikapi semua itu, mantan Camat Klaten kota yang juga Kepala catatan Sipil hanya bisa mengikuti aturan yang ada. Namun ketika disinggung sudah mengisi dan menyerahkan kembali kepada bagian kepegawaian selaku sekretariat seleksi Sekda, Edy mengaku belum sempat mengisi apalagi mengirim.” Masih banyak tugas yang harus mendapat skala prioritas mas. Terutama membahas persiapan oprasional RSUD Bagas Waras Klaten’, ujar Edy yang juga plt Kepala Dinas Kesehatan Klaten ini.

Namun sebagai pejabat dan PNS yang punya tanggung jawab moral sebagai pelayan yang melayani rakyat, dirinya akan tetap mengikuti mekanisme dan aturan yang ada. “ Kita ini wayang mas. Kapan tampil dan harus perang semua tergantung dalangnya. Kalau Sang dalang hanya mengeluarkan kita pas acara limbukan atau goro-goro dan setelah itu dimasukan ke dalam kotak lagi dan tidak ditampilkan lagi itu juga kewenangan sang dalang. Maka ketika bicara masalah Jabatan dan pekerjaan, semua saya serahkan pada Yang Ngecet Lombok di atas sana.”, ujarnya. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...