Progran Kebencanaan PAUD BPBD Klaten, Pertama Di Indonesia.

Sri Winoto.SH.Kepala BPBD Klaten
Klaten mattanews.com -  Klatnen dikenal daerah tenang tapi menghanyutkan. Jarang diterjang bencana, namun menempati urutan ke 4 daerah rawan  bencana. Kalender 4 tahunan Erupsi gunung Merapi, serta masuk dalam lintasan lempeng Asia serta dasyatnya puting beliung memang merupakan ancaman yang bisa datang tiba tiba dan kapan saja. Maka tak heran jika Pemkab Klaten Tawa Tengah melalui kantor BPBD nya terus melakukan kegiatan simulasi bencana berikut pelatihan yang terkait dengan kebencanaan.    

Salah satu program yang baru pertama kali ada di Indonesia dan baru 2 negara yang menyelenggarakan ialah pelatihan serta pengenalan kebencanaan yang diperuntukkan bagi anak usia dini PAUD , TK hingga SLTA. Program ini mengimplementasikan Perbub Klaten nomor 6 tahun 2014, tentang kurikulum kebencanaan bagi siswa Paud hingga SLTA.

“Ini program yang baru pertama kali ada di Indonesia. Bahkan di tingkat Asia baru dua negara yang mengadakan yakni Indonsia dan Jepang. Disini kami melatih, mengenalkan dan memberi pengetahuan kepada anak anak tentang kebencanaan. Baik bencana erupsi Merapi, gempa, banjir, puting beliung, lahar dingin  dan sesuatu yang terkait bencana. Siswa dilatih secara teori praktek dan langsung ke lokasi, misalnya ke lereng Merapi, melihat langsung ke lereng Merapi agar tahu berapa besar dampak yang ditimbulkan jika terjadi letusan Merapi”, demikian ditegaskan Kepala Kantor BPBD Klaten Sri Winoto SH.
Anak anak sejak dini dikenalkan tentang kebencanaan.

Di tempat yang diberi nama Taman Eling Waspada Siaga ( EWS) disediakan berbagai miniatur dan alat peragga kebencanaan. Instruktur yang melakukan pembinaan terdiri dari personel TNI, Polri, SAR, Dinas Pendidikan serta personel BPBD sendiri.” Walau tergolong aman, namun Klaten menempati posisi ke 4 daerah rawan bencana di Jawa Tengah. Maka sudah seharusnya sejak usia dini anak anak Klaten dikenalkan dan diberi pengetahuan serta wawasan kebencanaan”, tegasnya.

Sejak program ini dibuka dan diperkenalkan 3 bulan lalu, minat para guru Paud dan TK dalam mengajak anak didiknya mengenal tentang kebencanaan sangat tinggi. Dari target 52 PAUD/tahun, yang datang 150 PAUD dengan jumlah siswa sekitar 2500. Kegiatan inipun mulai diminati PAUD dan TK atau SD dari luar kota seperti Wonogiri, Sukoharjo dan Gunung Kidul, Boyolali dan Solo.
Antusias anak anak saat menerima pelajaran di alam terbuka
Bagi siswa SLTA, BPBD Klaten juga membentuk Sekolah Siaga bencana. Dimana untuk program ini dipastikan  banyak diminati siswa, karena dari hasil catatan sementara dari target 40 sekolah dalam setahun, saat ini sudah ada 38 SLTA yang siap mengikuti pelatihan. “ Untuk tingkat SLTA siswa akan kami ajak menyusuri jalur evakuasi dibeberapa jalur yang ada dan melihat langsung akibat yang ditimbulkan jika erupsi Merapi terjadi”, tegas calon Sekda Klaten ini.(tev)     
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...