Pasar Bayat Klaten Rusak Parah.Tamu Kencing Di Kebon.

Hardiyanto Bendot Lurah pasar bayat
Klaten mattanews.com -  Belum lama dibangun kondisi pasar Bayat, di desa paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah kini sudah rusak parah. Pasar yang dibangun dengan nilai milliaran rupiah dengan memakai dana DAK kini mengalami kerusakan dibeberapa tempat. Misalnya 2 WC yang tak berfungsi dan hanya ditutup seng karena sudah tak berpintu, ternit kios ambrol, asbes los banyak yang pecah jika turun hujan pasar banjir dan tergenang air.  Yang paling mengerikan miringnya kanopi (sopi-sopi) sepanjang 90 meter terbuat dari plat cor setebal 5 centi dan lebar 1 meter ambles kebawah lebih dari 25 centimeter yang sewaktu waktu bisa runtuh, sementara dibawahnya puluhan pedagang menggelar dagangannya.
Kanopi (sopi-sopi) dari cor setebal 5 centi siap ambrol sewaktu waktu
Kepala lurah pasar Bayat Hardiyanto Bendot mengakui jika pasar yang dikelolanya banyak mengalami kerusakan. Beberapaa kali dirinya mengajukan dana perbaikan namun hingga sat ini belum ada tanggapan. Menurut Hardiyanto yang paling mengawatirkan adalah miringnya sopi sopi cor yang ada disepanjang kios dengan ketinggian 3 meter. Kondisinya sudah ambles miring kebawah dan sewaktu waktu bisa runtuh. Padahal dibawahnya puluhan pedagang menggelar dagangannya.
Pasar dibangun dengan dana sekitar Rp3 milliar tapi pintu WCnya pake seng bekas
“ Bayangkan mas. Pasar ini belum lama dibangun dengan dan milliaran rupiah. Tapi nada lihat sendiri 2 WC yang ada tidak bisa dipakai dan hanya ditutup seng. Sehingga jika ada tamu datang yang ingin ke kamar kecil terpaksa lari ke kamar mandi penduduk atau kecing di kebon. Dan yang paling  mengerikan miringnya cor kanopi (sopi sopi) sepanjang 90 meter yang sewaktu waktu bisa roboh”, jelasnya.
Baru 2 bulan ditempati seluruh ternit kios ambrol.
Dari pantauan mattanews, memang terlihat banyak bangunan pasar yang dibangun pada tahun 2009 dan 2012 ini mengalami kerusakan serius. Misalnya kanoapi yang miring tinggal menunggu waktu runtuhnya, beberapa asbes los pasar pecah daan trocoh jika turun hujan, kanopi los yang terbuat dari fiber hancur dan masih banyak lagi. Seperti yang dialami mbok Marsih, baru 2 bulan menempati kios barunya seluruh ternit kios runtuh.” Untung mas saat itu kios dalam keadaan kosong. Sehingga yang rusak parah hanya dagangan saya”, ujarnya.

Pasar Bayat yang terletak di desa Paseban Bayat dibangun memakai dana DAK. Total pedagang ada 275 dengan rincian 100 menempati kios, 175 pedagang adegan dan pedagang los. Untuk tahun ini pasar Bayat ditarget mampu setor pendapatan sebesar Rp 123.255.000. Sedang tahun lalu mencapai Rp 115.505.2000. (tev)

     
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...