Operasi Simpatik Polres Klaten Keluaraakan 748 Surat Tilang.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol.Drs Slamet Riyanto.SH

Klaten mattanews.com  - Tindak pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Klaten hingga saat ini masih dinilai tinggi. Pasalnya sejumlah 748 pelanggaran lalu lintas terjadi selama sepekan pelaksaaan operasi simpatik 2015 di wilayah hukum Polres Klaten. Kanit Laka Polres Klaten AKP Edy Prasetyo menjelaskan, selama tujuh hari pelaksanaan operasi simpatik Polres Klaten sudah mengeluarkan 748 surat tilang. Untuk kecelakaan lalu lintas cenderung mengalami penurunan dibanding sebelum pelaksanaan operasi simpatik.

“Sebelum operasi digelar sudah terjadi 26 kali kecelakaan dan selama operasi simpatik baru 14 kejadian kecelakaan,” ungkap Edi dalam dialog interaktif coffe morning di radio Suara Anda FM, Klaten, Jawa Tengah kemarin.Dijelaskan tingginya pelanggaran lintas di Klaten disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran manusia dalam hal ini kesadaran berprilaku disiplin warga dalam berlalu lintas masih rendah. Pada pelaksanaan operasi simpatik aparat Polres Klaten senantiasa mengedepankan langkah represif dan prefentif. Jika dengan upaya tersebut masih saja terjadi pelanggaran, maka jajaan Lantas Polres Klaten baru melakukan penindakan.

“Kita berusaha melakukan langkah represif terlebih dahulu, jika diprosentasi 40% merupakan tindakan prefentif, 40% represif dan 20% langkah penindakan. Diharapkan dengan pelaksanaan operasi simpatik ini masyarakat lebih meningkatkan kedisiplinannya dalam berlalu lintas yang dapat menekan jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Klaten” tutur Edy.
Kanit Laka Polres Klaten AKP Edi Prasetyo&AKP Ngadino
Disamping penyuluhan tentang tertib lalu lintas, AKP Ngadino yang hadir mewakili Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo juga menyampaikan kebijakan tentang Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Menurut Kapolres RBP adalah upaya penyempurnaan dan perbaikan sistem birokrasi yang berlaku di lingkungan organisasi Polri, yang mana saat ini dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan dinamika perkembangan masyarakat sebagai obyek pelayanan Polri. “Hal ini dikarenakan pengaruh lingkungan lokal, global maupun regional yang dikaitkan dengan tingkat kepuasan masyarakat saat ini dengan harapan transparansi, kepastian hukum, kemudahan, keadilan sesuai dengan tugas pokok, fungsi serta peranan Polri,” lanjutnya.

Selain itu RBP diharapkan dapat membangun organisasi secara tepat fungsi dan tepat ukuran. Terbangunnya sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur sesuai Good Governance. Selain itu, regulasi dapat berjalan lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif. Hal ini demi menunjang terwujudnya kemampuan lembaga dalam memberikan pelayanan prima.Terbangunnya kualitas SDM aparatur berintegritas, profesional, modern dan sejahtera yang nantinya memicu adanya perubahan mind set, culture set, birokrasi dengan integritas serta kinerja tinggi. “Meningkatnya penyelenggaraan fungsi kepolisian yang bersih dan bebas KKN akan mejadi pondasi dalam meningkatkan kapasitas serta akuntabilitas kinerja sehingga program RBP gelombang II dapat terselenggara sesuai dengan standar Reformasi Birokrasi Nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Cakra Husada Klaten Made Sumiarta SE yang hadir dalam dialog tersebut memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kebijakan RBP tersebut. “Kami sangat mendukung dan siap menjalin kerjasama dengan Polres Klaten guna mensukseskan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Polri utamaya di Klaten,” tandas Made.

Dukungan akan pelaksanaan RBP itu juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Klaten Tugiran. Dia menegaskan, sesuai dengan salah satu tujuan organisasi, yaitu gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Pemuda Muhammadiyah siap bersinergi dengan kepolisian untuk gerakan pemberantasan tindakan kemungkaran di Kabupaten Klaten seperti KKN, perjudian, miras, narkoba dan lain lain. “ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan hubungan kerjasama denga polres klaten sesuai dengan visi misi pemuda Muhammadiyah", pungkasnya. (pras/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...