Mukhlis: Saya Akan Buktikan Kebenaran Mampu Kalahkan Uang.


Mukhlis Feby Anggoro anggota DPRD Klaten Fraksi Gerinda
Klaten mattanews.com
– Mukhlis Feby Anggoro anggota DPRD Klaten, Jawa Tengah yang dilaporkan lawan politiknya dalam kasus pemalsuan akte kelahiran menaggapi semua tuduhan tersebut dengan santai. Walau dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik di Mapolres Klaten, dirinya tidak pernah sedikditpun punya perasaan minder atau takut. Dirinya yakin ada dipihak yang benar. Dan kebenaran tersebut akan ia buktikan nanti di persidangan. Dirinya yakin uang tidak selamanya dapat mengalahkan kebenaran.

“Sedikitpun saya tidak punya perasaan takut, tegang atau galau atas tuduhan tersangka yang dialamatkan saya dalam kasus pemalsuan akte kelahiran yang melibatkan oknum pegawai Dukcapil Klaten. Banyak saksi yang menguatkan saya sebagai korban penipuan. Bahkan dalam sidangpun saya sebagai saksi korban. Maka jika saya sekarang dijadikan tersangka. Silahkan saja, tapi kebenaran akan bicara dan tampak dipersidangan mengalahkan uang. Lihat saja siapa yang salah dan benar dan siapa yang menyebar fitnah dalam kasus ini”, ujarnya kepada mattanews.

Dalam kasus ini lanjut Mukhlis, dirinya baru tahu jika menjadi korban penipuan di akhir bulan Maret 2014 saat diberitahu oleh salah satu pengurus Gerinda dari Manisrenggo. Malam itu juga dia dan temanya menuju rumah Nugroho Ari P salah satu staf kantor Dukcapil Klaten untuk klarifikasi kebenaran berita yang diterimanya, tentang adanya berita akte palsu. Saat itu yang bersangkutan tidak mengaku, akhirnya dia dan temannya membawa Ari ke rumah salah satu pegawai Dukcapil Klaten untuk klarifikasi lanjutan. Disinilah dirinya baru sadar jika telah menjadi korban penipuan Nugroho Ari Pahlevio.

Karena memiliki beban moral dan tanggung jawab besar dengan warganya, paginya dirinya  datang menemui Joko Wiyono SH.MM Kepala kantor Dukcapil Klaten. Dihadapan Joko Wiyono dirinya bercerita kronologi yang menimpa dirinya. Saat itu juga Kepala Dukcapil meminta pada saya untuk menarik kembali akte palsu yang sudah terlanjur diterima masyarakat. Dan sebagai bentuk tanggung jawab saat itu juga pak Joko sanggup mengganti semua akte palsu dengan akte yang asli.

“Saya ini dimintai tolong warga untuk membuatkan akte kelahiran. Karena selama ini mereka tahunya membuat akte beayanya mahal. Dan saya baru tahu jika akte yang mereka terima palsu setelah ada keterangan dari teman saya dan diperkuat salah satu staf Dukcapil Klaten. Maka Saat itu juga saya langsung lapor kepada kepala Dukcapil Klaten Joko Wiyono. Lho saya ini korban dan langsung lapor kepada atasannya kok malah dijadikan tersangka. Apa ini bukan dagelan”,tegas Mukhlis.

Menurut Mukkhlis  Selama ini dirinya tidak kenal siapa Nugroho Ari Pahlevio. Dirinya dikenalkan Ari oleh salah satu tokoh masyarakat Bayat. Setelah mengecek keberadaan status Ari dikantor Dukcapil dia benar seorang PNS di Dukcapil Klaten. Dirinyapun minta tolong agar dibantu dalam membuat akte milik warganya. Tapi Tidak tahu jika akte yang dibuat Ari ternyata akte palsu. “Sebelumnya saya tidak kenal siapa Ari. Saya dikenalkan Ari, oleh tokoh masyarakat Bayat. Karena yang memperkenalkan seorang tokoh yang cukup disegani di Klaten, masak saya tidak percaya’,tegasnya

Jika dalam kasus ini memang ada muatan politisnya, dirinya siap dilengser dari anggota dewan dengan catatan semua perintah DPP Gerinda atau intruksi Pak Prabowo. Tapi kalau hanya rekayasa perseorangan yang ingin menurunkan dirinya dari kursi DPRD Klaten dengan mengandalkan uang dan kekuasaan, dirinya akan melawan sampai titik darah penghabisan. “Akan saya buktikan kebenaran mampu Mengalahkan kuasaan”, tegasnya.

” Lho saya gak jadi Dewan nggak apa apa. Kalau memang mau mengganti saya gunakan cara yang baik, sopan dan ber etika. Kalau memang diminta akan saya serahkan dengan legowo. Tapi kalau sekedar pamer kekuasaan dan mengandalkan uang, sampai dimanapun akan saya hadapi. Akan saya buktikan tidak selamanya uang bisa membeli kebenaran”, tegasnya.(tev)

 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...