Klaten Tambah 106 Pangkalan Gas Bersubsidi.

Elpiji 3kg,bak siluman. kadang hilang begitu saja bak ditelan bumi
Klaten mattanews.com – Guna mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg menjelang harai raya Idul Fitri, Bagian perekonomian Pemkab Klaten Jawa Tengah merekomendasikan penambahan 106 pangkalan gas 3 kg bersubsidi. Dengan penambahan tersebut berarti ada tambahan sekitar 21.200 tabung gas elpiji ukuran 3 kg dipasaran. Dengan pangkalan baru ini diharapkan pemerataan distribusi gas hingga pelosok desa bisa terjangkau dan mampu menekan kenaikan harga gas di pasaran.

Saat ini di Klaten ada sekitar 800 pangkalan gas bersubsidi tersebar diberbagai wilayah di Klaten. Namun jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga sering terjadi kelangkaan gas yang berdampak pada kenaikan harga ditingat pengecer. Maka dengan ditambahnya jumlah pangkalan, diharapkan distribusi gas bersubsidi ini dapat merata hingga pelosok desa dan mampu meredam naiknya harga gas di konsumen.

“Kami memang sengaja menambah jumlah pangkalan gas bersubsidi hingga pelosok desa, ditempat terpencil sekalipun. Dengan harapan distri busi gas hingga ke tangan konsumen dapat berjalan dengan baik, tanpa harus ada kelangkaan gas atau kenaikan harga. Karena ini sangat, membebani rakyat”, ujar Kepala bagian Perekonomian ,Srihadi.ST.MM diruang kerjanya.
Kabag Perekonomian Pemkab Klaten Srihadi ST.MM
Dengan tambahnya 106 pangkalan baru maka, jumlah pangkalan gas bersubsidi di Klaten mencapi 906 pangkalan. 106 pangkalan baru lanjut Srihadi ada di beberapa pelosok desa yang cukup jauh dari tempat lain yang dipandang layak diberi pangkalan baru.” Kami berharap dengan ditambahnya jumlah pangkalan  gas 3 kiloan dan 106 pangkalan baru, masalah distribusi gas 3 kg di Klaten dapat berjalan lancar dan mampu menekan harga ditingkat eceran”, tegasnya.

Harga Eceran tertinggi (HET) gas bersubsidi di Klaten di agen menurut Srihadi Rp 15.000/tabung. Guna menghindari adanya pedagang atau agen nakal. Per satu April 2015. Bupati lewat bagian Perekonomian pemkab telah membuat surat edaran tentang ketentuan harga yang berlaku di pasaran berikut sangsi jika ada agen yang nakal atau menaikkan harga tapa sepengetahuan pemerintah. “ Selama ini tidak pernah ada masalah terkait permainan harga di agen. Namun jika sudah sampai ditangan konsumen atau pangkalan, kita tak lagi mampu melakukan monitoring secara rutin”, tegasnya.

“Saat ini harga gas berdsubsidi di Klaten masih dalam ambang batas normal, yakni di kisaran Rp 17.000 hingga Rp19.000/tabaung. Kiata berharap penambahan pangkalan gas hingga pelosok desa terpencil akan mengurangi kelangkaan atau kenaikan gas menjelang memasuki bulan puasa. Yang jelas hingga pasca lebaraan stok elpiji bersubsidi di Klaten aman. Warga tak perlu  khawatir”, ujar Srihadi.(get)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...