Jelang Pilkada Klaten,FKKD Siap Hadang Bhakti Manggala.

Drs.Harjanto deklarasikan FKKD Klaten
Klaten mattanews.com – Bertempat di Balai Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah  Kamis (30/4) sekitar 252 Kepala Desa yang ada di Klaten melakukan ikrar bersama yang bertajuk Deklarasi Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD). Dengan mengenakan kemeja putih bergambar tokoh wayang semar ratusan Kepala Desa dari 391 Kepala Desa yang ada di Klaten tampak antusias mengikuti acara tersebut. Hadir ddalam acara tersebut, Asisten I Sekda Edi Hartanto.SH.MM mewakili Bupati Klaten dan ketua DPRD Klaten Agus Riyanto dan beberapa anggota Dewan.

Katua umum FKKD, Drs. Harjanta menjelaskan forum yang berdiri sejak Desember 2014 ini bertujuan untuk mewadahi komunikasi kepala desa yang masih aktif di Kabupaten Klaten, dalam menyamakan pendapat yang tetap berpijak pada kultur budaya desa. Sementara dipilihnya Semar sebagai simbol dari forum yang bertujuan mengawal Undang Undang Desa, karna tokoh Semar adalah abdi, dan tokoh asli Nusantara. “Semar adalah tokoh asli nusantara, khususnya Jawa. Semar juga gambaran seorang abdi. Filsafat inilah yang jadi tujuan FKKD Kabupaten Klaten,” jelas Harjanta disela-sela acara deklarasi.

Harjanta yang juga Kepala Desa Karanganom, Klaten Utara menjelaskan sebanyak 252 kepala desa di Kabupaten Klaten telah bergabung ke dalam FKKD. Lebih lanjut Harjanta berharap 391 kepala desa yang ada di kabupaten Klaten masuk dalam FKKD. “jangan sampai ada wadah yang lain. Selama ini belum ada wadah bagi kepala desa aktif. Sebanyak 252 kepala desa sudah bergabung FKKD dan Kita akan berkomunikasi kepada kepala desa yang lain untuk tergabung masuk FKKD,” tegasnya.

Disinggung perihal pencalonannya sebagai calon Wakil Bupati Klaten, Harjanta menegaskan FKKD lepas dari politik. Lebih lanjut calon wakil bupati dari PDI Perjuangan itu menegaskan FKKD tidak berseberangan dengan paguyuban yang sudah ada seperti Bhakti Manggala.  “FKKD ini bersifat independen dan lepas dari politik atau parpol. Hal tersebut didasari pilar FKKD adalah gerakan sosial, budaya dan kemanusiaan. Dan FKKD tidak berseberangan dengan Bhakti Manggala. Perjuangannya sama, bedanya FKKD wadah bagi kepala desa aktif,” Pungkas Harjanta.

Sementara itu beberapa tokoh politik di Klaten menilai berdirinya FKKD jelang Pilkada sarat dengan muatan politis. Apapaun alasan dan argumentasi yang disampaikan ketua FKKD adalah bagian dari pembenaran sepihak. Dan itu sah sah saja dilakukan. “ Silahkan ketua FKKD mau bicara apa. Tapi kita orang politik dan masyarakat Klaten sudah tahu arah berdirinya organisasi atau paguyuban tersebut mau dibawa kemana nantinya. Wog Klaten ki ora bodho yo mas”, ujar salah satu politisi senior di Klaten.(ndi/get)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...