Hasil "Munas Pasar di Bali". Pecat Warsito

Badarudin, Lurah pasar Tiga lantai  Klaten
Klaten mattanews.com – Aksi “pembangkangan” 19 lurah pasar yang disertai issu kudeta “penurunan paksa” ketua paguyuban lurah pasar Klaten Jawa Tengah Warsito, sebelum habis masa jabatan ternyata tidak semulus yang diharapkan beberapa oknum lurah dan pembina pasar  yang sempat mengikuti “Munas pasar di Bali” beberapa waktu lalu. Beberapa Kepala Pasar dengan tegas menolak rencana beberapa pergantian lurah pasar karena menilai hingga saat ini belum ada figur lurah pasar yang oknum layak jadi ketua paguyuban.

“Secara pribadi tidak sedikitpun saya punya niatan untuk melakukan kudeta atau mengganti beliau dari ketua Paguyuban. Dan menurut saya hingga saat ini belum ada lurah pasar di Klaten yang layak duduk sebagai ketua paguyuban. Baik dilihat dari segi senioritas, loyalitas, kepemimpinan dan kepekaan di lapangan. Sehingga saya sendiri dak setuju jika ada istilah gerakan kudeta terhadap kepemimpinan beliau”. Demikian ditegaskan Kepala lurah pasar tiga lantai atau pasar gede kota Klaten, menyanggah issu yang mengaitkan dirinya terhadap rencana “kudeta”.

Ditemui diruang kerjanya Badarudin mengaku cukup terkejut dengan adanya pemberitaan tersebut. Lebih lebih menyangkut dirinya yang masuk dalam 4 oknum lurah pasar dan pembina pasar yang terlibat rencana penggulingan warsito. Dirinya tidak mengelak jika sering diajak oleh mereka, tapi tidak tahu jika ada rencana tersebut. “Jika selama ini saya ikut dengan mereka sebatas kepatuhan saya sebagai pns pada atasan saya. Dan saya tidak tahu jika ada issu dan rencana seperti itu. Jika tahu seperti ini, saya tidak mau menerima ajakan mereka. Karena bagaiamanapun juga saya masih mengakui senioritas dan kepemimpinan  Warsito. Dia teman saya baik saya”, tegasnya

Sementara itu Kepala Disperindagkop dan UMKM Klaten Sugeng Hariyanto, mengaku perihatin dengan kisruh yang terjadi pada bawahannya. Dirinya akan secepatnya mempertemukan kedua belah kubu agar masalah tersebut segera selesai. “ Jujur sebagai atasan saya malu melihat anak buah saya bertengkar hanya masalah sepele. Secepatnya mereka akan saya pertemukan  agar masalah ini tidak berkepanjangan. Saya ingin menjelang Bupati memasuki masa purna tugasnya Klaten  aman kondusif dan terkendali”, tegasnya.
Sugeng Haryato.Kepala Disperindagkop dan UMKM Klaten
Menurut Sugeng, dirinya bisa memahami dengan apa yang terjadi dan dialami para lurah pasar di Klaten. Namun diminta keduanya untuk sabar dan bisa menahan diri. Terkait pergantian kepala paguyuban, jika ada lurah pasar yang ngotot ada pergantian, dirinya menyarankan dibahas usai Pilkada Desember nanti.” Biar pak Bupati menyelesaikan masa tugasnya dengan baik mas. Jangan buat Klaten jadi runyam dengan masalah sepele seperti ini. Jadilah PNS yang baik gak perlu ikutan main politik”, tegasny

Ketua paguyuban lurah pasar Klaten Warsito dengan tegas siap turun sebagai ketua paguyuban saat ini juga. Namun dirinya meminta jangan sampai penurun dirinya, dikaitkan dengan kegiatan politik yang dilakukan oleh beberapa oknum PNS dijajaran kantor pasar. “ Detik ini juga saya siap turun. Saya tidak jadi ketua paguyuban tidak patheken. Tapi jangan karena saya tidak mau ikut bergabung, lantas saya didongkel”, tegasnya.

Selain itu dirinya juga menyanyangkan pernyataan kepala UPTD wilayah kota Didik, yang membuat statemen tidak benar dan mendasar. “ Jangankan dipertemukan. Menanyakan dan memanggil saya saja tidak pernah. Kok bisa ngomong sudah berusaha mempertemukan dan menjadi mediasi. Selama ini saya tidak pernah diajak bicara dengan dia. Tapi saya menyadari dia ada di kubu siapa dan bekerja untuk siapa”, tegasnya.  
Sementara Mattanews. yang berusaha menemui salah satu anggota tim "Munas Bali" yakni Agus lurah pasar Srago yang bersangkutan tidak bersedia ditemui. dengan alasan ada kepentingan mendadak dirinya menolak permintaan wawancara. "maaf mas saya ada acara penting", teganya.

Paguyuban lurah pasar saat ini beranggotaan 19 kepala lurah pasar se Kabupaten Klaten. Kisruh ini sendiri mulai mencuat setelah beberapa lurah pasar dan para petinggi di UPTD mengadakan “Munas pasar di Bali” yang diikuti sekitar 6 lurah pasar plus beberapa petinggi pasar. Karena sangat seriusnya agenda yang di bahas, maka “munas diBali” diadakan 2 kali dalam waktu 2 bulan. Sebuah catatan prestasi yang patut dipertanyakan dari mana anggarannya.

Dari serentetan pertemuan mereka akhirnya muncul kesepahaman untuk “mendongkel” Warsito dari jabatan ketua Paguyuban. Selain dinilai tidak mau bergabung dengan mereka yang siap Jihad membela salah satu balon Bupati ada kepentingan lain, dimana salah satu dari mereka ingin menjadi ketua paguyuban.(tev)  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...