Gara Gara Balon Bupati Paguyuban Lurah Pasar Klaten "Bubar"

Warsito Ketua Paguyuban Kepala Pasar Klaten yang akan di Dongkel.
Klaten mattanews.com -  Paguyuban kepala pasar se Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang sudah berusia puluhan tahun akhirnya bubar. Para lurah pasar generasi muda yang dimotori oleh 4 kepala lurah pasar “siap melakukan kudeta” terhadap pengurus lama yang mereka anggap sudah tidak bisa sejalan lagi. Akibat kejadian ini kondisi hubungan lurah pasar di Klaten menjadi panas dan terbelah menjadi dua kubu.

Kubu pertama yakni terkudeta yang menginginkan lurah pasar dan jajarannya netral dalam Pilkada Sedang kubu lainya menginginkan ada dukungan dari paguyuban lurah pasar berikut pengikutnya untuk “mendukung” salah satu balon tertentu, agar menang dalam Pilkada Klaten yang akan digelar Desember 2015 nanti.

Beberapa lurah pasar di Klaten saat dihuhubungi mengakui memang terjadi gesekan kuat antara dua kubu yang berseberangan, sehingga membuat lurah pasar yang lain ikut terganggu. Hal tersebut menurutnya sudah terjadi sejak sebulan lalu, puncaknya saat beberapa  kepala pasar diajak Kepala Diperindagkop dan UMKM “plesir” ke Bali dalam acara studi banding pasar.

“Namanya studi banding lurah pasar ke pasar di Bali. Lho kok yang ikut hanya lurah pasar tertentu. Padahal jumlah lurah pasar di Klaten ada 19. Yang ikut tidak lebih dari 6 lurah pasar. Apakah yang lain tidak dianggap  lurah pasar yang tidak berprestasi. Dari sinilah awal mula terjadinya “kudeta” terhadap pengurus dan ketua paguyuban pasar yang saat ini dijabat Warsito”. ujar sumber.
Didik Kepla UPTD Pasar Unit Perkotaan
Ketua UPTD Pasar Unit Perkotaan Didik, Mengakui sudah mengetahui adanya perselisiahan yang terjadi di tubuh paguyuban lurah pasar di Klaten. Namun upaya untuk mendamaikan perselisihan tersebut tampaknya sulit terwujud, karena keduanya punya argumentasi masing masing.” Kita sebagai yang dituakan sudah berungkali menjadi mediasi antar kedua belah pihak. Namun tampaknya keduanya sulit untuk disatukan kembali. Bahkan saya menolak ketika kelompok yang menginginkan pembaharuan, meminta saya untuk jadi pejabat ketua paguyuban sementara”, ujarnya.

Sementara itu  4 kepala lurah pasar yang selama ini diangap sebagai “tim reformasi” pasar, saat dihubungi sulit ditemui. Namun beruntung dua lurah berhasil dihubungi via telepon. Badarudin yang saat ini menjabat sebagai Kepala lurah pasar tiga lantai Klaten mengaku memang banyak yang menginginkan pergantian atau penyegaran Paguyuban tapi  bukan kudeta.

Hal sama disampaikan Agus Kepala lurah pasar Klaten, menurutnya dirinya hanya mengusulkan ada pembaharuan pengurus dan untuk sementara  paguyuban divakumkan dulu. Sementara Lurah Pasar Prambanan dan Wedi yang termasuk sebagai tim 4 sulit dihubungi. “Kami tidak kudeta hanya minta paguyuban divakumkan dan diadakan penyegaran”, ujarnya via telepon.

Sementara itu ketua paguyuban Lurah pasar Klaten Warsito mengaku siap dilengserkan dari jabatanya jika semua anggota menginginkan jabatan yang dipegang saat ini. Dirinya siap kapanpun juga jika ada lurah pasar yang akan menggantikannya. Toh dirinya sudah cukup lama menjadi ketua paguyuban. Sehingga jika sekarang ada yang meri atau ingin mengambilnya adalah hal wajar.

“Kapanpun saya siap menyerahkan jabatan ketua paguyuban lurah pasar pada mereka. Tidak perlu besok atau pakai rapat segala. Detik ini juga saya iklas dan legowo jika dari mereka ada yang mau menggantikan posisi saya. Hanya pesan saya jadilah PNS yang baik dan netral jangan main politik”, tegasnya.

Hal sama diutarakan beberapa Kepala pasar yang berhasil ditemui mattanews. Beberapa kepala desa sangat menyayangkan adanya dugaan gerakan mobilisasi untuk memenangkan dan mendukung salah satu balon Bupati Klaten yang dilakukan oleh oknum oknum kepala pasar dan bawahannya. “ Lho yang bener saja mas mosok lurah pasar kon masang gambar balon Bupati. Isih nganggo seragam PNS sisan. Saya salah satu lurah pasar yang tidak cocok dan menolak model seperti itu. pns ya pns. Jadi lurah pasar ya ngurusi ristribusi, tidak ubyang ubyung melu tim sukses balon Bupati”, ujar salah satu kepala lurah pasar.

Hasil beberapa survei dan pantauan mattanews dilapangan terungkap, memang ada dugaan gerakan mobilisasi oleh beberapa “petinggi” lurah pasar untuk menggerakkan anak buahnya, untuk mendukung salah satu Balon Bupati. Salah satu bentuk dukungan, mereka dan beberapa anak buahnya diminta membantu memasang  gambar salah satu balon .(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...