Drs.H.Isnaeni Jurnalis yang peduli Pendidikan.

Drs.H.Isnaeni Kepala UPTD Pendidikan Kota Klaten
mattanews.com – Sosok yang satu ini memang bukan figur yang asing bagi kalangan pendidik di Klaten. Mengawal karier dari seorang guru SD di desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Dengan scoter vespa bututnya warna metalik dengan penuh semangat setiap pagi dirinya melaju kesebuah SD terpencil di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari rumahnya di Klaten. Kini jasa apengabdianya terbayarkan. Dirinya  diberi kesempatan untuk mengabdi menjadi orang nomor satu di jajaran UPTD pendidikan kota Klaten Tengah. Sebuah prestasi kerja yang didapat melalui kerja keras menapak dari tataran yang paling bawah.

Selain sebagai seorang pendidik yang tiap hari bergumul dengan siswa dan guru, ternyata hingga saat ini dirinya masih gemar menulis. Telah banyak hasil karya tulisan dimuat diberbagai media dan dibuat buku. Maklum sang UPTD ini dulunya juga seorang jurnalis angkatan tempo dulu di era tahun 80 an, sehingga hobi nulisnya sampai sekarang tidak pernah surut seiring cita citanya yang begitu tinggi dalam memajukan dunia pendidikan di klaten.

Menyikapi adanya kekurangan guru di beberapa wilayah, mantan wartawan harian Jogya Post ini menilai sudah saatnya pemerintah mengambil langlah langkah strategis terhadap pemenuhan guru.
Terutama guru mata pelajaran agama yang hingga saat ini diarasa masih sangat kurang.
Kekurangan guru adalah sebuah keprihatinan tersediri yang harus segera terpecahkan. Karena bagaimanapun juga keberadaan guru menjadi pertimbangan tersendiri bagi kemajuan pendidikan dan keberlangsungan sebuah Bangsa yang beradab. Sehingga guru sebagai pioner terdepan dalam mencerdasan keehidupan bangsa memiliki posisi sangat strategis dalam memujudkan karakter generasi muda penerus bangsa.  

“Secara kelembagaan keberadaan guru di Klaten memang kurang, namun jika  dihitung dengan jam mata pelajaran, jumlah guru yang ada saat ini cukup atau tidak mengalami kekurangan. Tapi kita butuh tenaga atau guru mata pelajaran agama, yang memang jumlahnya masih relatif sedikit”, ujarnya.

Kini bapak 3 anak ini memang sudah tidak aktif lagi menulis. Namun kedekatannya dengan para wartawan di klaten terus dibina. Sehingga  kantornya yang terletak di jalan pramuka hampir setiap hari tak pernah sepi dari wartawan. Penulis yang kebetulan juga teman satu angkatan di Yogya Postpun merasakannya sendiri. Saat mattanews bertandang kekantornya, di ruang kerja sudah ada 4 wartawan yang tengah mewawancarainya.(nov/pras)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...